KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Penyertaan modal hingga Rp20 miliar digelontorkan untuk PT Air Minum Sanggam Balangan (AMSB) sejak 2024 hingga pertengahan 2025. Namun, kini masyarakat mulai mempertanyakannya. Pasalnya, warga masih mengeluhkan gangguan layanan air bersih yang belum juga membaik secara signifikan.
Wanda, warga Perumahan Rizky Balangan Residence, Kecamatan Paringin Selatan, menyatakan aliran air di tempatnya kerap terputus tanpa pemberitahuan.
“Air sering mati tiba-tiba, kadang sampai seharian. Tidak ada informasi dari pihak AMSB,” ujar Wanda kepada Kalselmaju.com.
Hingga berita ini terbit, Direktur PT AMSB, Ari Widodo, belum memberikan respons. Baik melalui pesan singkat maupun panggilan telepon terkait kondisi tersebut.
Padahal, sebelumnya Komisi III DPRD Balangan telah berupaya mendorong percepatan legislasi Raperda Penyertaan Modal. Demi mendukung operasional perusahaan air milik daerah itu.
Anggota Komisi III DPRD Balangan, Erly Satriana, kala itu menekankan pentingnya dana segar ini. Dana tersebut sangat penting untuk mengganti peralatan usang, termasuk booster warisan dari Kabupaten Hulu Sungai Utara yang sudah tidak layak pakai.
Awal tahun 2025, Direktur Bidang Bisnis PT AMSB, Akhmad Agus Fitriadi, menyampaikan komitmen perbaikan. Ia menyebut dana penyertaan modal akan fokus pada revitalisasi jaringan, penguatan SDM, dan pengadaan teknologi deteksi kebocoran pipa.
Salah satu proyek andalan yang pernah digadang-gadang adalah penambahan jaringan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Gunung Pandau. Jaringan ini menuju booster di Muara Pitap.
Namun, hingga kini masyarakat belum melihat perubahan nyata di lapangan.





