KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala) menegaskan komitmennya. Mereka fokus pada perlindungan anak dan peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN). Upaya ini dilakukan melalui apel gabungan di halaman Kantor Bupati Tala, Senin pagi (26/5/2025).
Sekretaris Daerah, Ismail Fahmi, dan membacakan sambutan Bupati H. Rahmat Trianto, yang menyoroti tiga isu strategis: pembinaan ASN, penguatan program Kabupaten Layak Anak (KLA), serta antisipasi dampak musim kemarau.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi ASN dan seluruh peserta apel. Bupati juga menekankan pentingnya pelayanan tulus dan kerja kolektif lintas sektor.
Terkait Kabupaten Layak Anak, Bupati menegaskan bahwa proses verifikasi hybrid bukan hanya formalitas. Ini merupakan bentuk nyata keseriusan Pemkab dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak-anak.
“Ini bukan sekadar penilaian administratif, tetapi evaluasi atas komitmen kita menjadikan Tanahlaut sebagai daerah aman dan ramah bagi anak,” tegasnya.
Bupati Apresiasi Hasil Capaian Atlet Tala pada Popda Kalsel 2025
Bupati juga mengapresiasi capaian pelajar Tala. Mereka sukses merebut 39 emas, 34 perak, dan 31 perunggu dalam Popda Kalsel 2025. Keberhasilan ini menjadikan Tala juara umum kedua. Ia menyebut ini sebagai bukti bahwa generasi muda Tanahlaut memiliki potensi luar biasa yang harus terus terbina.
Dalam evaluasi capaian 100 hari kerja, Bupati mengingatkan bahwa semua hasil yang tercapai adalah buah kerja sama seluruh perangkat daerah. Ia mendorong percepatan penyelesaian program prioritas hingga akhir Mei.
Untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, Bupati menginstruksikan instansi terkait. Ini termasuk BPBD, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, serta Dinas Kesehatan. Mereka diminta menyusun strategi mitigasi sejak dini.
“Jangan menunggu kejadian. Lakukan pencegahan sejak awal agar masyarakat tidak terdampak serius,” pesannya.
Sementara itu, Ismail Fahmi mengingatkan seluruh SKPD agar mengevaluasi kembali Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) menjelang pembahasan RAPBD Perubahan 2025.
“Kalau ada kegiatan yang masih bisa ditunda, geser saja ke tahun 2026. Fokuskan pada kegiatan yang benar-benar prioritas,” tegasnya.
Apel gabungan ini menjadi momen strategis untuk menguatkan semangat ASN. Ini juga mempererat sinergi lintas sektor demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.





