Bidik Tata Kelola Sampah dari Hulu ke Hilir, Banjarbaru Masuk 28 Daerah Penerima LSDP

oleh
Tim LSDP memeriksa hasil verifikasi teknis pengelolaan sampah di Kota Banjarbaru. Foto : Istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru terus mendorong pembenahan pengelolaan sampah secara menyeluruh. Bagian dari Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).

sebuah program yang mendorong peningkatan kualitas layanan pengelolaan sampah di daerah mulai dari hulu hingga hilir. Banjarbaru menjadi satu dari 28 kabupaten/kota di Indonesia yang terpilih dalam tahap pertama program LSDP.

Sebelumnya, sebanyak 514 kabupaten/kota mengikuti proses penapisan dan seleksi secara bertahap.

Sebagai tindak lanjut, tim LSDP datang ke Banjarbaru untuk memeriksa hasil verifikasi teknis. Sekaligus mendalami kesiapan pemerintah daerah dalam menjalankan program tersebut.

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menyambut terpilihnya Banjarbaru sebagai penerima program tersebut. Menurutnya, LSDP menjadi kesempatan untuk mempercepat pembenahan tata kelola persampahan di Kota Banjarbaru.

“Terpilihnya Kota Banjarbaru sebagai salah satu daerah penerima program LSDP merupakan wujud kepercayaan sekaligus amanah besar bagi kami,” ujar Erna Lisa.

Ia menyebut, persoalan persampahan menjadi tantangan yang semakin besar seiring jumlah penduduk Banjarbaru yang mencapai 293.332 jiwa dan tersebar di lima kecamatan.

Karena itu, Pemko Banjarbaru menyiapkan sejumlah langkah pembenahan. Di antaranya penguatan regulasi, kelembagaan pengelola sampah, penyesuaian tarif retribusi serta kesiapan lokasi untuk rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).

Dalam proses verifikasi tersebut, tim LSDP juga mendalami lima aspek melalui desk bersama pemerintah daerah dan kelompok masyarakat.

Pembahasan meliputi kondisi fiskal dan kelembagaan, dokumen teknis, intervensi pengelolaan sampah di sekolah, perubahan perilaku masyarakat dan pemilahan sampah, hingga pembagian peran antara regulator dan operator.

Setelah proses tersebut, tim LSDP kan meninjau lokasi pembangunan TPST.

Melalui program LSDP, Pemkot Banjarbaru ingin memastikan pembenahan persampahan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata. Sistem pengelolaan harus terintegrasi sejak dari masyarakat, masuk pemilahan dan pengangkutan, hingga proses di fasilitas pengolahan.

Dengan demikian, pengelolaan sampah di Banjarbaru tidak hanya mengandalkan fasilitas di hilir, tetapi juga membangun kesadaran dan sistem pengelolaan sejak dari sumbernya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today