Bawaslu Gandeng Mahasiswa ULM, Pengawasan Pemilu Kini Sasar Ruang Digital

oleh
Bawaslu
Anggota Bawaslu RI Puadi saat memberikan arahan dalam kegiatan Bawaslu Campus Connect “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Jumat (7/8/2026)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendorong mahasiswa ikut mengawasi pemilu di ruang digital.

Bawaslu menyampaikan dorongan tersebut melalui Bawaslu Campus Connect “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Jumat (7/8/2026).

Anggota Bawaslu RI, Puadi, mengatakan perkembangan teknologi mengubah pola pengawasan pemilu.

Menurutnya, Bawaslu tidak bisa lagi mengandalkan metode pengawasan konvensional. Pengawas pemilu juga harus mampu memantau berbagai aktivitas di ruang digital.

“Bagaimana Bawaslu ini memperkuat regulasi digital, kemudian peningkatan SDM pengawasan yang melek digital dan bagaimana kita bisa melakukan pemantauan di dunia maya, termasuk juga bagaimana kita memaksimalkan AI,” kata Puadi.

Puadi menilai mahasiswa memiliki peran strategis dalam pengawasan pemilu di ruang digital.

Bawaslu mendorong mahasiswa menjadi agen digital dan literasi. Peran itu dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan media digital secara bijak.

Selain itu, mahasiswa dapat mendorong masyarakat lebih aktif berpartisipasi dalam proses penyelenggaraan pemilu.

“Mahasiswa dapat menjadi agen digital dan literasi untuk mendorong perubahan serta meningkatkan partisipasi dalam penyelenggaraan pemilu,” ujarnya.

ULM Masuk 15 Kampus Pilihan Bawaslu

ULM menjadi satu dari 15 perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti program Bawaslu Campus Connect.

Melalui program tersebut, Bawaslu memperluas edukasi pengawasan pemilu kepada generasi muda. Bawaslu juga ingin meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap tantangan demokrasi di era digital.

Bawaslu tidak hanya menggandeng perguruan tinggi. Lembaga tersebut juga membuka kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

LSM dan pemantau pemilu turut menjadi mitra yang akan dilibatkan dalam pengawasan.

“Bawaslu tidak sendiri. Tetap kita menggunakan juga kolaborasi dengan partisipasi di sekitar masyarakat, mengundang LSM dan berbagai pemantau pemilu,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today