Sepi Peminat, SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin Akan Diregroup dengan Sekolah Tetangga

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan satu-satunya peserta didik baru di SDN Teluk Dalam 10 tidak akan menjalani proses belajar seorang diri di dalam kelas. Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin mempercepat proses regrouping atau penggabungan sekolah dengan SDN Teluk Dalam 9.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan usulan regrouping kedua sekolah tersebut kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi.

“Proses regrouping SDN Teluk Dalam 10 dan SDN Teluk Dalam 9 sudah diusulkan. Surat Keputusannya hampir selesai karena kedua sekolah memang berdekatan. Nanti saya cek lagi apakah sudah ditandatangani,” ujar Ryan, Rabu (5/8/2026).

Menurut Ryan, penggabungan akan berjalan bertahap agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar. Kebijakan tersebut setelah SDN Teluk Dalam 10 hanya memperoleh satu siswa baru pada SPMB 2026/2027, meski sudah memperpanjang masa pendaftaran.

Ia menegaskan, regrouping bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan.

Terkait bangunan SDN Teluk Dalam 10 yang nantinya tidak lagi menjadi lokasi pembelajaran, pemerintah akan melakukan kajian sebelum menentukan pemanfaatannya.

“Nanti akan kita lihat lagi kebutuhannya. Bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan lainnya atau fungsi lain yang menunjang pelayanan,” katanya.

Ryan menambahkan, kebijakan regrouping bukan kali pertama di Banjarmasin. Saat ini, proses penggabungan SDN Pengambangan 8, SDN Pengambangan 9, dan SDN Pengambangan 10 juga sedang berjalan.

Menurutnya, jumlah siswa di SDN Pengambangan 9 dan 10 relatif sedikit, sementara bangunan SDN Pengambangan 10 mengalami kerusakan berat. Karena itu, seluruh aktivitas belajar dipusatkan di SDN Pengambangan 8.

“Jadi tiga sekolah ini dijadikan satu di SDN Pengambangan 8,” jelasnya.

Program regrouping akan berlanjut pada 2027. Dinas telah merencanakan penggabungan SDN Mawar 4, SDN Mawar 6, dan SDN Mawar 8, dengan SDN Mawar 8 sebagai sekolah induk.

Ryan menjelaskan, SDN Mawar 4 dan SDN Mawar 6 memiliki keterbatasan lahan dan fasilitas, sedangkan SDN Mawar 8 dinilai lebih representatif karena memiliki area yang lebih luas dan lokasi yang strategis.

“SDN Mawar 4 dan 6 lokasinya saling berhadapan, tetapi fasilitasnya terbatas. Sementara SDN Mawar 8 memiliki lahan yang lebih luas dan letaknya strategis, sehingga dipilih menjadi titik penggabungan,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today