KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Tim SAR gabungan menemukan tiga korban Kapal Virgo Transport 8 pada hari keenam operasi pencarian, Jumat (18/9/2026).
Ketiga korban ditemukan tim penyelam KRI I Gusti Ngurah Rai di dalam dan sekitar bangkai kapal. Penemuan pertama berlangsung sekitar pukul 12.28 WITA, kemudian menyusul dua korban lainnya.
Ketua Basarnas Kota Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan enam kapal dikerahkan dalam operasi hari keenam, termasuk unsur KRI, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Navigasi, dan Basarnas.
“Pada operasi SAR hari keenam ini kami menggerakkan enam kapal, baik dari KRI kemudian backup dari KKP, dari Navigasi dan dari Basarnas sendiri,” kata I Putu.
Dengan tambahan tiga korban tersebut, total korban Kapal Virgo Transport 8 yang telah terevakuasi mencapai 117 orang. Sebanyak 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra mengatakan penyelaman bawah air oleh KRI telah berlangsung sejak hari ketiga operasi.
Sebanyak 20 penyelam terjun, terdiri dari satu tim Kopaska dan satu tim Kopba yang masing-masing berjumlah 10 personel.
“Alhamdulillah hari ini kita menemukan tiga korban, namun meninggal dunia. Kita turut berduka cita,” katanya.
Galih mengatakan satu korban dalam kondisi mengapung, sedangkan dua lainnya berada di dalam kompartemen kapal. Penyelam harus memecahkan kaca untuk mengeluarkan dua korban dari dalam kapal sebelum mereka evakuasi.
“Ketemulah satu laki-laki, satu anak laki-laki dan satu perempuan. Seluruh korban ditemukan di bangkai kapal,” ucapnya.
Pencarian masih menghadapi kendala arus, cuaca, gelombang, serta luasnya bangkai kapal. Kondisi tersebut membuat penyelam membutuhkan tali penahan untuk membantu pergerakan di bawah air.
Galih juga menyebut terdapat perintah pengangkatan bangkai kapal. Namun, pelaksanaannya membutuhkan kemampuan dan peralatan yang memadai karena kondisi bawah air yang sulit.
“Ada perintah dari Pak Presiden juga untuk dilaksanakan pengangkatan. Semua kemampuan terbatas karena arus, karena cuaca dan gelombang dan lain-lain,” ujarnya.
Operasi SAR masih berlanjut untuk mencari dan mengevakuasi korban yang belum tim gabungan temukan.





