Dishut Kalsel Percantik TH2TI, Serasah Daun Disulap jadi Kompos untuk Dukung Lingkungan Hijau

oleh
Pembersihan lingkungan TH2TI dipimpin langsung Kepala Dishut Kalsel. Foto: Dishut Kalsel
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan terus menjaga kualitas kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI) sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman bagi masyarakat.

Melalui kegiatan gotong royong, Kamis (2/7/2026), pembersihan kawasan di sekitar Cafe Forester sekaligus penataan agar tetap asri dan menarik.

Kegiatan pembersihan meliputi pengangkutan sampah, pemangkasan ranting pohon, pembersihan saluran air, hingga pengumpulan serasah daun yang berserakan di kawasan.

Upaya ini duntuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung yang memanfaatkan TH2TI sebagai lokasi rekreasi maupun edukasi.

Tak hanya membersihkan kawasan, Dinas Kehutanan Kalsel juga mengolah serasah daun dan ranting hasil pembersihan menjadi pupuk kompos. Pemilahan material organik tersebut dan proses lanjutan agar bermanfaat kembali. Sebagai media penyubur tanaman di kawasan TH2TI maupun lokasi penghijauan lainnya.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra mengatakan, kegiatan pembersihan rutin merupakan bagian dari komitmen menjaga kualitas ruang terbuka hijau sekaligus menerapkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Kami ingin kawasan TH2TI, khususnya di sekitar Cafe Forester, selalu bersih, rapi, dan nyaman sehingga masyarakat betah berkunjung. Serasah daun dan ranting yang terkumpul juga kami manfaatkan menjadi pupuk kompos,” katanya.

“Jadi, selain menjaga kebersihan kawasan, kami juga mendukung pemeliharaan tanaman secara ramah lingkungan,” imbuh Fathimatuzzahra.

Menurutnya, pemanfaatan limbah organik menjadi kompos merupakan bentuk penerapan prinsip ekonomi sirkular, di mana sisa-sisa hasil pemeliharaan kawasan tidak terbuang begitu saja, tetapi kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Kompos tersebut nantinya untuk mendukung pemeliharaan vegetasi di TH2TI sehingga kebutuhan pupuk organik dapat terpenuhi dari hasil pengelolaan kawasan sendiri.

Selain menjaga kelestarian lingkungan, pengelolaan berbasis ekonomi sirkular juga harapannya memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan ekosistem sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berkunjung ke kawasan hutan kota tersebut.

Visited 1 times, 1 visit(s) today