Siapsiaga Ancaman Karhutla di Tahura, Sarana Pendukunga Pemadaman Ditempatkan di Sejumlah Titik Rawan

oleh
Penambahan tandon air ke kawasan Tahura Sultan Adam demi mengahadapi ancaman karhutla. Foto: Dishut Kalsel
Spread the love

KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam memperkuat kesiapsiagaan dengan menambah sarana pendukung pemadaman awal di sejumlah titik rawan.

Akhir pekan lalu, sebanyak 30 drum berisi air dengan kapasitas masing-masing 20 liter telah berada di kawasan Tahura Sultan Adam. Sebanyak 20 drum di kawasan Mandiangin, sedangkan 10 drum lainnya di kawasan Bukit Batu.

Penempatan drum tersebutdi sejumlah titik yang rawan sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran pada tahap awal.

Kasi Perlindungan Hutan Tahura Sultan Adam, Marvizon, mengatakan penambahan sarana air masih berlanjut. Dalam waktu dekat, penempatan puluhan tandon berkapasitas 5.000 liter di sejumlah wilayah Tahura.

“Drum air di Mandiangin ada sekitar lebih dari 60 buah. Tepatnya di Mandi Putri Kembar, Bukit Batu Mandiangin. Sepanjang jalan dari Rumah Banjar sampai Agro, Arboretum Bambu, Jembatan Putih, dan jalan sekat bakar. Semuanya sudah terisi air,” klaim Marvizon.

Selain di kawasan tersebut, sekitar 10 tandon berkapasitas 5.000 liter juga di sekitar Desa Kiram, kawasan Pantai Kopi. Serta Desa Awang Bangkal Barat.

Respon Awal

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra menimpali, penambahan sarana air menjadi bagian dari upaya memperkuat respons awal. Apabila ada titik api akibat karhutla di kawasan tahura tersebut.

Selain menyiapkan sarana pemadaman, petugas juga meningkatkan patroli pencegahan Karhutla. Patroli oleh Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhut) bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Polisi Kehutanan (Polhut).

“Patroli pada siang hingga malam hari dengan menempatkan petugas di sejumlah pos,” kata Fathimatuzzahra.

Upaya tersebut untuk memastikan kondisi kawasan tetap terpantau sekaligus mencegah potensi kebakaran sejak dini. Terlebih, Tahura Sultan Adam memiliki fungsi penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem, termasuk sebagai sumber air serta habitat berbagai jenis tumbuhan dan satwa.

Dengan ketersediaan sumber air di titik-titik strategis dan patroli secara rutin, petugas berharap potensi kebakaran dapat segera ditangani apabila ditemukan titik api.

“Semoga langkah preventif ini mampu mencegah kebakaran meluas sehingga kelestarian kawasan Tahura Sultan Adam tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tuntas kadishut.

Visited 1 times, 1 visit(s) today