KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan terus memacu pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK) sebagai komoditas bernilai ekonomi, salah satunya kemiri.
Melalui pelatihan peningkatan kapasitas Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dan Kelompok Tani Hutan (KTH). Dalam pengembangan HHBK kemiri di Banjarbaru sejak 30 Juni hingga 2 Juli 2026.
30 peserta yang berasal dari KTH binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, KPH Kusan, dan KPH Hulu Sungai, mengikuti kegiatan tersebut.
Pelatihan ini dapat dukungan pendanaan Result Based Payment (RBP) REDD+ for Result Period 2014–2016 Green Climate Fund (GCF) Output 2 Kategori Pemanfaatan.
Mewakili Kadishut Kalsel, Fathimatuzzahra. Kabid Pemberdayaan dan Pengelolaan Masyarakat (PPM) I Gede Arya Subhakti mengatakan pengembangan HHBK kemiri menjadi bagian dari upaya. Memperkuat hilirisasi hasil hutan.
Pelatihan ini harapannya mampu melahirkan pelaku usaha kehutanan yang produktif. Berdaya saing, dan mampu mengolah hasil hutan bukan kayu menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Adapun Kabid Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (PDASRHL) Dinas Kehutanan Kalsel, Alip Winarto, menyampaikan materi terkait kebijakan pemanfaatan dana RBP REDD+ GCF.
Menurutnya, pendanaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan penurunan emisi sektor kehutanan.
“Dana tersebut kemudian untuk mendukung pemberdayaan masyarakat. Pengelolaan hutan berkelanjutan, rehabilitasi hutan dan lahan, serta pengembangan usaha produktif berbasis perhutanan sosial,” papar Alif.
Dalam pelatihan itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai optimalisasi lahan melalui pola agroforestry. Pola tersebut menggabungkan tanaman kehutanan dan komoditas pertanian agar produktivitas lahan meningkat tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan hutan.
Selain pembekalan teori, peserta juga mendapat pengalaman langsung dari pengelola KTH Batu Kura, Mashudi dan Tina, yang berbagi praktik budidaya kemiri. Mulai dari penanaman, pemanenan, pascapanen hingga pengolahan produk turunan.
Kemiri yang sebelumnya hanya dijual sebagai bahan mentah. Dikembangkan menjadi produk bernilai tambah seperti minyak kemiri dan briket arang dari cangkang kemiri.





