BANJARBARU – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan akhirnya memberikan pernyataan resmi. Terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan salah satu ASN berinisial HPW.
Kasus mencuat setelah pihak kejaksaan menetapkan HPW sebagai tersangka atas dugaan praktik permintaah hadiah terhadap pelaku usaha di sektor pertambangan galian c atau batuan.
Berdasarkan informasi, nilai permintaan hadiah oleh tersangka mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Aksi tersebut berlangsung dalam rentang waktu 2023 hingga 2025, dengan sasaran utama para pengusaha yang tengah mengurus perizinan tambang galian C di Kabupaten Tabalong.
Dalam menjalankan aksinya, HPW yang menjabat sebagai staf evaluator pada Seksi Pengusahaan Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) dugannya memanfaatkan kewenangannya untuk menekan para pemohon izin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas ESDM Kalsel Endarto menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kasus yang menyeret nama institusinya.
“Kami selaku pimpinan Dinas ESDM memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas peristiwa yang terjadi,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Ia juga membenarkan tim penyidik dari kejaksaan telah melakukan penggeledahan di kantor Dinas ESDM Kalsel pada Senin (8/6/2026). Penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen penting sebagai barang bukti.
“Benar penggeledahan oleh tim penyidik dengan menyita beberapa berkas barang bukti,” sebutnya.
Dinas ESDM Kalsel Pastikan Kooperatif
Endarto menegaskan, pihaknya akan bersikap kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum yang tengah berjalan. Koordinasi dengan pihak kejaksaan juga terus berlangsung guna mendukung kelancaran penyidikan.
Lebih lanjut, ia berharap kasus ini dapat segera selesai dan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi internal dinas.
“Kami berharap permasalahan ini cepat selesai dan menjadi koreksi bagi kami untuk melakukan perbaikan ke depan,” harapnya.
Ia juga memastikan kasus tersebut tidak akan mengganggu jalannya pelayanan di lingkungan Dinas ESDM Kalsel. Serta berkomitmen untuk memperketat pengawasan serta menjaga integritas aparatur.
“Kami tetap berkomitmen menjaga integritas dan melanjutkan pelayanan publik secara optimal,” tegasnya.
Sebelumnya, penggeledahan berlangsung hingga Senin malam sekitar pukul 19.00 Wita berjalan cukup lama. Sejumlah penyidik terlihat keluar dari kantor dengan membawa beberapa kotak berisi dokumen.
Tak hanya itu, tersangka HPW juga langsung dibawa oleh petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ia tampak mengenakan topi dan masker saat digiring menuju kendaraan penyidik.





