KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra mengingatkan seluruh jajarannya agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau kemungkinan mulai berlangsung di Banua.
Peringatan itu ia sampaikan dalam apel pagi bersama pejabat eselom III dan IV serta seluruh pegawai Dinas Kehutanan Kalsel.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026.
“Karena itu, sangat penting kesiapsiagaan seluruh personel dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terutama pada kawasan-kawasan hutan yang rawan terbakar,” tegasnya.
Upaya pencegahan menjadi langkah utama untuk meminimalkan dampak kerusakan lingkungan dan gangguan terhadap masyarakat.
Selain menyoroti kesiapsiagaan karhutla, Fathimaruzzahra juga menyampaikan kabar menggembirakan terkait temuan informasi keberadaan burung ruai di kawasan Gunung Kahung, Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Banjar.
Satwa yang memiliki penampilan menyerupai burung merak tersebut menjadi salah satu indikator masih terjaganya kualitas ekosistem hutan di wilayah tersebut.
“Keberadaan burung ruai menjadi bukti penting bahwa kawasan hutan Kalsel masih menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang terus perlu pelestarian,” ujarnya.
Untuk memastikan informasi tersebut, Dinas Kehutanan Kalsel berencana melakukan kunjungan lapangan dalam waktu dekat guna melakukan pemantauan langsung.





