KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Realisasi pendapatan Pemerintah Kota Banjarmasin hingga triwulan pertama 2026 baru mencapai Rp752,6 miliar atau 35,95 persen dari target Rp2,09 triliun. Capaian tersebut lebih banyak ditopang dana transfer pemerintah pusat dan daerah, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih bergerak lambat.
Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, mengakui realisasi retribusi sejumlah SKPD belum maksimal di awal tahun. “Kami dorong di triwulan II nanti capaiannya bisa lebih meningkat. Kalau sudah bisa menembus di atas 50 persen, maka target akhir tahun insyaallah bisa tercapai,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Dinas Lingkungan Hidup menjadi SKPD dengan capaian retribusi tertinggi yakni 41,75 persen atau Rp6,16 miliar. Sementara SKPD lainnya masih di bawah 35 persen. Dinas Kesehatan baru merealisasikan 16,28 persen, Dinas Perhubungan 22,88 persen, Dinas PUPR 33,93 persen, dan DKP3 sebesar 29,82 persen.
Secara keseluruhan, PAD baru menyentuh Rp222,4 miliar atau 28,63 persen dari target Rp775,9 miliar.
Di sisi lain, pendapatan transfer menjadi penopang utama fiskal daerah. Dari target Rp1,3 triliun, realisasinya sudah mencapai Rp530 miliar atau 40,26 persen. Transfer daerah mencatat progres tertinggi yakni Rp165 miliar dari target Rp256 miliar atau 65,01 persen.
“Mudah-mudahan di triwulan II bisa mencapai 50 persen lebih sehingga di akhir tahun bisa tercapai 100 persen,” harap Edy.





