KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengakui kondisi memprihatinkan ruas Jalan Tatah Belayung di Banjarmasin Selatan.
Namun keterbatasan anggaran membuat perbaikan menyeluruh belum bisa terealisasi dalam waktu dekat.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Kartika Estaurina, menjelaskan bahwa jalan sepanjang 1.752 meter dengan lebar 3,5 hingga 5,5 meter itu mengalami kerusakan ringan hingga berat. Di sejumlah titik, kerusakan bahkan menembus hingga bagian pondasi.
“Dari hasil DED, total kebutuhan anggaran untuk penanganan penuh mencapai sekitar Rp8 miliar,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Kerusakan semakin cepat akibat pesatnya pembangunan perumahan di kawasan tersebut. Selain itu, kondisi tanah rawa dan posisi jalan yang diapit sungai serta persawahan membuat struktur jalan rentan amblas dan tergerus.
Usul IJD dan Fokus 400 Meter Paling Kritis
Pemkot sebelumnya telah mengusulkan bantuan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) sejak 2025. Namun dari dua ruas yang diajukan, hanya Jalan Sungai Gampa yang mendapat prioritas.
“Tahun 2026 ini kami kembali mengusulkan jalan Tatah Belayung ke IJD dan masuk dalam APBD perubahan,” ujar Kartika.
Sebagai langkah realistis, Dinas PUPR fokus menangani segmen paling kritis sepanjang 400 meter pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp1 miliar. Perbaikan mencakup pengaspalan ulang dan pembangunan siring di beberapa titik untuk menahan abrasi serta menjaga stabilitas badan jalan.
Sementara menunggu kepastian anggaran besar, pihaknya terus melakukan pemeliharaan rutin untuk mencegah kerusakan semakin meluas.





