KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Volume sampah di Kota Banjarmasin mengalami lonjakan signifikan pascabanjir. Peningkatan ini lantaran sampah lama yang sebelumnya berada di kolong rumah warga ikut mengapung saat banjir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, mengatakan lonjakan volume sampah tidak hanya berasal dari aktivitas rumah tangga harian, tetapi juga dari tumpukan sampah lama yang selama ini berada di bawah rumah warga.
“Jadi sampah yang dibuang warga itu bukan hanya sampah rumah tangga, tetapi juga sampah-sampah kolong rumah yang terbawa banjir, kemudian dikumpulkan dan dibuang ke TPS,” ujar Alive, Kamis (15/1/2026).
Akibat kondisi tersebut, sejumlah TPS di Banjarmasin mengalami penumpukan hingga penuh. Petugas kebersihan dan paman gerobak pun memfokuskan pengangkutan sampah di beberapa titik krusial.
DLH mencatat sedikitnya tiga TPS menjadi perhatian utama, yakni di kawasan Jalan HKSN, Jalan Banua Anyar, dan Jalan Veteran.
“Tiga titik ini berada di kawasan yang relatif lebih tinggi. Saat banjir, warga cenderung membuang sampah ke lokasi yang tidak tergenang, sehingga terjadi penumpukan di sana,” jelasnya.
Alive mengapresiasi inisiatif para paman gerobak yang tetap mengangkut sampah ke titik-titik aman selama banjir, sehingga sampah tidak berserakan dan terbawa arus genangan air.
Meski demikian, ia mengakui lonjakan volume sampah tersebut sempat menyulitkan proses penanganan karena jumlahnya cukup besar.
“Ini memang cukup menyulitkan, tetapi kami optimistis dalam beberapa hari ke depan kondisi akan kembali normal seiring banjir yang mulai surut,” katanya.
Selain dampak banjir, Alive menyebut meningkatnya volume sampah juga karena masuknya musim buah, sehingga sampah organik terdapat di TPS.





