KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan bantuan dua unit helikopter patroli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Heli yang datang kali ini berwarna merah muda dengan seri PK-ELS. Kedua helikopter patroli ini mampu beroperasional 3,5 jam dalam sehari untuk memantau kondisi kawasan hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.
Adapun heli water bombing mempunyai daya jelajah empat jam terbang dengan empat ribu liter sekali bombing.
Meski banyak titik api yang sudah tertangani, kehadiran helikopter patroli ini tetap sangat penting untuk pamantauan.
BNPB sendiri membantu mengirimkan dua helikopter patroli dan dua heli water bombing.
“Insyaallah, sore nanti akan datang lagi dua heli WB (water bombing). Dan hari ini sudah dua helikopter patroli,” papar Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai.
Setelah semua unit heli tiba di Kalsel, maka pihaknya akan melakukan verifikasi. Tujuannya untuk kelayakan terbang di langit Kalimantan Selatan.
BPBD Kalsel juga mengapresiasi atas respons cepat dari BNPB dengan mengirimkan bantuan yang telah menjadi usulan pemprov.
Dengan hadirnya heli patroli, maka penanganan dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat berjalan.
“Jika terpantau ada asap, atau titik api yang kecil, maka langsung bisa dilakukan pemadaman sebelum meluas,” jelas Rifai.
“Pak Gubernur juga meminta kepada pemkab dan pemkot se Kalsel agar laporan data karhutla itu seragam. Tidak ada yang berbeda dengan provinsi,” imbuhnya.
Mengapa jumlah helikopter yang dikirimkan tidak sesuai dengan usulan Pemprov Kalsel? Kasubdit Pemulihan Prasarana Vital Direktorat, Hubungan Infrasturtur Darutat BPNB, Tono Sumarsono, menuturkan lantaran kathutla di daerah ini masih terbilang aman atau terkendali.
“Saat ini kondisi di Kalsel masih landai, maka sementara kami kirimkan dua heli patroli dan dua water bombing,” sahut Tono.
Untuk operasional heli ini, tetap diserahkan ke BPBD Kalsel dengan petunjuk dan arahan dari BNPB sendiri.





