Sejumlah Uang Diduga Palsu Beredar di Pelaihari, Pedagang Dibuat Resah, Sebagian jadi Korban

oleh
Lembaran uang yang diduga palsu telah beredar dan membuat resah pedagang di Pelaihari. Foto : Istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Para pedagang di Kota Pelaihari, Kabupaten TanahLaut (Tala), resah. Setelah beredarnya uang yang kuat dugaan palsu (upal).

Kabar tersebut menyebar cepat di sejumlah grup WhatsApp warga, terutama pada Selasa (5/8), setelah beberapa pedagang mengaku menjadi korban.

Salah satu korban, Mm Dinda, pemilik warung kue di Jalan A. Syairani, mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut. Ia menceritakan bahwa insiden itu terjadi sekitar dua minggu yang lalu, saat yang jaga warung sang suami.

“Sudah beberapa korban,” ujar Mm Dinda. Ia menyebutkan bahwa tidak hanya dia, rekan sesama pedagang juga mengalami hal serupa, termasuk Acil Rina yang berjualan kue di kawasan Balirejo, dekat bundaran.

Menurut penuturan para korban, pelaku adalah seorang laki-laki yang berpura-pura menjadi pembeli. Ia membeli kue seharga Rp5.000 dan membayar menggunakan uang palsu pecahan Rp100.000. Dengan modus tersebut, pelaku berhasil mendapatkan kembalian tunai sebesar Rp95.000 dari pedagang.

Lebih lanjut, ketika periksa lebih teliti, barulah korban menyadari bahwa uang yang diterima adalah palsu. Ciri-cirinya antara lain warna dan gambar pada uang tampak buram, serta ketajaman cetakan yang berbeda dibandingkan uang asli.

“Gambar dan warnanya tidak tajam, kelihatan beda setelah kami periksa,” kata Mm Dinda.

Dalam hal ini aksi pelaku ini membuat para pedagang kecil mengalami kerugian yang cukup besar, mengingat mereka hanya mengandalkan omzet harian yang terbatas. Saat ini, para pedagang berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti kasus ini agar tidak semakin banyak korban.

Visited 1 times, 1 visit(s) today