BPBD Banjarmasin Siaga Hadapi Potensi Kebakaran Hutan dan Krisis Air di Musim Kemarau 2025

oleh
oleh
Giat monitoring BPBD Kota Banjarmasin. (Foto: BPBD Banjarmasin)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin telah meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan krisis air. Ini terjadi pada puncak musim kemarau 2025.

Untuk mengantisipasi ancaman ini, BPBD mengerahkan peralatan, tim reaksi cepat, serta relawan. Mereka siap siaga di titik-titik rawan kebakaran di seluruh kelurahan.

Analis Mitigasi Bencana BPBD Banjarmasin, Hanafi, menjelaskan bahwa tim BPBD telah terjun langsung untuk berjaga. Mereka akan berada di wilayah-wilayah yang sering terdampak karhutla. Fokus utama adalah daerah perbatasan dengan kabupaten tetangga, seperti Kelurahan Sungai Andai, Kelurahan Pemurus Dalam, dan Kelurahan Tanjung Pagar.

“Kami sudah mengimbau warga di daerah rawan kebakaran untuk tetap waspada,” ujar Hanafi, Selasa (5/8/2025).

Lebih lanjut, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin untuk menyiapkan penanganan medis terhadap dampak kabut asap.

“Kami sudah memastikan kesiapan rumah sakit untuk menangani pasien yang terdampak asap. Ini berlaku baik dari kebakaran lokal maupun dari kabupaten tetangga,” terangnya.

Sosialisasi penggunaan masker dan langkah-langkah pencegahan melalui media sosial juga menjadi bagian dari strategi mitigasi untuk mengurangi dampak kesehatan.

Walaupun menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau 2025 diperkirakan lebih pendek dan basah, BPBD tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada. Mereka harus memperhatikan potensi cuaca ekstrem.

Monsun Australia, yang diprediksi akan aktif pada periode Juni hingga September 2025, bisa meningkatkan risiko kekeringan. Hal ini bisa memperburuk ketersediaan air bersih.

Hanafi menambahkan, meskipun potensi krisis air tahun ini cenderung kecil karena curah hujan yang masih tinggi. Namun, BPBD tetap memperhatikan kemungkinan perubahan cuaca yang cepat.

“Kami tak ingin mengulang kejadian seperti tahun 2015. Kala itu, krisis air menyebabkan pasokan air bersih harus disuplai langsung ke masyarakat,” tandasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today