KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Sedikitnya empat pengendara mengalami luka akibat terkena benang layang-layang selama masa libur sekolah di Kota Banjarmasin dan harus melakukan perawatan ke rumah sakit. Lukanya, mulai dari bagian hidung hingga leher.
Plt Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Hendra, menjelaskan bahwa pengawasan terhadap aktivitas bermain layang-layang masih terus berjalan hingga libur sekolah berakhir pada 13 Juli 2026. Personel Satpol PP bersama Dinas Perhubungan, kecamatan, dan kelurahan rutin melakukan patroli setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WITA di sejumlah titik rawan, Jumat (10/7/2026).
Hendra mengungkapkan bahwa benang pemain layang-layang saat ini kebanyakan benang nilon yang jauh lebih berbahaya dari benang biasa. Petugas di lapangan bahkan harus menggunakan alat khusus untuk memutusnya.
“Ini menunjukkan betapa kuat dan berbahayanya benang yang digunakan,” jelasnya.
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan Jembatan RK Ilir.
“Benang layang-layang yang putus bisa membahayakan pengendara,” katanya.
Hendra mengimbau masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di lokasi yang rawan permainan layang-layang.
“Gunakan helm dengan kaca penutup, kalau perlu memakai syal sebagai antisipasi apabila ada benang layangan yang melintang di jalan,” tambahnya.





