KALSELMAJU.COM, SUMENEP – Sanggar Seni Demokrat (SSD) Banjarmasin kembali menorehkan kiprah di panggung nasional. Kali ini, mereka tampil sebagai penyaji dalam perayaan hari lahir Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Cemara Universitas Wiraraja Sumenep, Madura, Kamis (29/5/2025).
SSD mempersembahkan sebuah monolog berjudul “40 Hari Galuh Baayun”, karya orisinal penulis dan sutradara muda Kalimantan Selatan, Fadhil Hauw. Pementasan ini mengangkat tradisi “baayun” dalam budaya Banjar sebagai pintu masuk untuk merefleksikan dinamika sosial masa lampau.
Ketua Umum SSD, Najla Un’Nisa, akan membawakan langsung Monolog tersebut, dan memerankan karakter utama dengan penghayatan mendalam.
Bersama anggota SSD, Firman, pertunjukan ini menjadi perwujudan kecintaan terhadap budaya lokal yang tersaji dengan pendekatan teater modern.
“Monolog ini adalah bentuk cinta kami terhadap tradisi Banjar. Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya daerah kami kepada masyarakat luas,” ujar Fadhil Hauw, penulis sekaligus sutradara.
Najla mengungkapkan rasa syukurnya bisa tampil di panggung Sumenep.
“Ini kehormatan bagi saya. Semoga karya ini memberi kesan mendalam dan mempererat persaudaraan antar sanggar seni dari berbagai daerah,” tuturnya.
“40 Hari Galuh Baayun” tidak sekadar menjadi pertunjukan seni, melainkan juga jembatan budaya antara Kalimantan Selatan dan Madura. Penampilan ini harapannya dapat memperkaya wawasan seni tradisi di tingkat nasional dan memperkuat jejaring antar-sanggar seni di Indonesia.
Sejak berdiri tahun 2012 di bawah naungan FISIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Sanggar Seni Demokrat terkenal sebagai ruang kreatif mahasiswa dalam bidang teater, tari, musik, dan paduan suara. Dengan slogan “Ciptakan Karya Baru, Lestarikan Budaya Lama”, SSD terus menapaki jalan kesenian yang berpijak pada akar budaya dan berkembang ke ranah kekinian.





