Petani Banjarmasin Hadapi Dua Ancaman, Kekurangan Air dan Serangan Tungau

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kekeringan akibat kemarau panjang mengancam produktivitas pertanian di Kota Banjarmasin. Selain kekurangan pasokan air, petani juga menghadapi potensi serangan hama tungau yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, terutama di kawasan pertanian Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Timur, dan sebagian Banjarmasin Utara.

Sekretaris DKP3 Banjarmasin, Sulaiman, mengatakan pihaknya menerima keluhan petani terkait keterbatasan air untuk memenuhi kebutuhan tanaman.

“Gagal panen karena kekeringan itu,” ungkapnya, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, kemarau panjang berdampak terhadap ketersediaan air di lahan pertanian. Jika kebutuhan air tanaman tidak terpenuhi, risiko gagal panen semakin besar.

Selain kekeringan, DKP3 juga menerima laporan mengenai serangan hama tungau. Namun, Sulaiman mengaku belum memperoleh data lengkap mengenai perkembangan serangan tersebut.

“Jadi, selain air itu, tungau. Itu salah satunya yang juga menjadi persoalan untuk pertanian,” ucapnya.

Untuk memantau kondisi di lapangan, DKP3 mengerahkan 18 penyuluh pertanian di wilayah binaan masing-masing. Penyuluh bersama Bidang Pertanian juga turun langsung untuk mengecek kondisi tanaman dan memberikan solusi kepada petani.

“Kalau upaya, kita ada 18 penyuluh pertanian yang bergerak di wilayah-wilayah binaan. Bidang Pertanian sendiri juga turun ke lapangan untuk mengecek, memantau, dan memberikan solusi terkait permasalahan tersebut,” jelasnya.

DKP3 juga berkoordinasi dengan instansi terkait pengelolaan sumber daya air serta pemerintah pusat melalui bantuan Kementerian Pertanian untuk mengatasi persoalan ketersediaan air.

Meski demikian, data mengenai luas lahan terdampak, jumlah petani yang mengalami kerugian, dan potensi penurunan hasil panen masih perlu dihimpun lebih lanjut.

Sulaiman mengatakan pemantauan dan koordinasi lintas instansi perlu diperkuat agar kekeringan maupun serangan hama tidak semakin mengganggu produktivitas pertanian dan pendapatan petani.

Visited 1 times, 1 visit(s) today