KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Mulus tanpa hambatan. Begitulah gambaran jalan alternatif menuju makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kelampayan.
Peresmian pada akhir Januari 2024 silam. Nama jalan mengambil nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ini menghubungkan Desa Kelampayan, Limamar, Sungai Kitano, Akar Baru, Akar Bagantung, Munggu Raya dan Kelampayan Tengah dengan Jalan Martapura Lama.
Pembangunan dengan sistem tahun jamak (multiyears) 2022-2023 menggunakan anggaran Rp50 miliar dari APBD Pemprov Kalsel, jalan menuju makam Datu Kelampayan ini berjarak 5,2 kilometer dengan lebar 20 meter.
Untuk menuju makam Datu Kelampayan dari Jalan Martapura Lama, hanya memerlukan sekitar 5 menit.
Sampai saat ini jalannya masih mulus. Selain mempermudah peziarah ke Datu Kelampayan, jalan ini juga sangat membantu bagi masyarakat sekitar.
Baik untuk berkebun, bertani hingga mempermudah dan mempercepat jarak bagi warga setempat menuju Sungai Tabuk-Banjarmasin dan Martapura-Banjarbaru.
“Jalan ini sangat berguna. Saya kerja di Banjarbaru dan selalu lewat sini, karena lebih cepat. Jalannya juga sangat mulus,” kata Salihin, warga Limamar.
Nama Jalan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, merupakan bentuk kecintaan kepada ulama dan mengenang jasanya atas penyebaran Islam di Bumi Lambung Mangkurat.





