Green Action di Desa Sungairangas Banjar, Ratusan Pohon Ditanam, Hampir 2 Ton Sampah Terkumpul dari Penukaran dengan Sembako

oleh
Spread the love


KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Penanaman sebanyak 600 bibit pohon jenis tabebuya, mahoni dan trembesi di bantaran Sungai Martapura, tepatnya di Desa Sungairangas Ulu, Sungairangas Tengah dan Hambuku, Minggu (9/8/2026), bagian dari kegiatan Green Action 2026.

Selaian penanaman, dalam kegiatan ini juga ada aksi bersih-bersih dan tukar sampah menjadi sembako. Kegiatan terpusat di Desa Sungairangas Hambuku. Sampah yang terkumpul dari penukaran dengan sembako hampir 2 ton.

Koordinator Banua Pers Community, Sutrisno, mengatakan antusias masyarakat sangat baik dengan adanya kegiatan menanam dan menukar sampah menjadi sembako ini.

Selain itu, juga ada lomba konten kreatif dan info grafis yang untuk umum. Nampak masyarakat turut antusias mengambil video kegiatan tersebut untuk mengikuti lomba.

“Hal terpenting dari kegiatan tersebut bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian masyarakat,” kata Tris.

Terlihat ratusan warga tiga desa tersebut berbondong-bondong membawa sampah dari lingkungan rumah masing-masing untuk ditukarkan dengan sembako.

Warga yang datang banyak kaum perempuan dan anak-anak. Mereka membawa berbagai jenis sampah dan barang bekas yang sudah tidak terpakai, mulai dari sampah plastik, panci, wajan, buku, kompor bekas hingga barang rumah tangga lainnya.

Green Action ini juga merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kalsel sebagai provinsi.

Halidah (60), petani asal Desa Sungairangas Hambuku, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. 

Ia membawa tiga karung sampah plastik serta buku-buku bekas yang sudah tidak terpakai dari sekitar rumahnya.

“Kami senang kalau ada kegiatan seperti ini , karena baru pertama ada di desa kami. Ini sangat membantu kami mendapatkan sembako sambil mengumpulkan sampah,” akunya.

Halidah menyebut, sebelumnya sampah plastik yang berada di sekitar rumah tak berharga. Bahkan, sampah tersebut sulit dijual kepada pengepul barang bekas.

“Pembeli rongsokan tidak ada yang mau membeli,” katanya.

Halidah berharap kegiatan penukaran sampah dengan sembako dapat terus berjalan. Selain membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, kegiatan tersebut juga mampu mendorong warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Green Action Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Adapun Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan kegiatan Green Action merupakan aksi nyata untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

“Dengan kegiatan ini, kami ingin melakukan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai sosial dengan membantu masyarakat melalui penukaran sampah menjadi sembako, khususnya bagi warga di pedesaan,” papar Rahmat.

Kegiatan ini harapannya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, menjaga kelestarian alam, memperbaiki kualitas udara, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan nyaman bagi generasi mendatang.

Menurutnya kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan, mengurangi dan mengelola sampah, serta merawat pohon agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Rahmat juga mengajak perusahaan-perusahaan yang berada di Kalsel untuk ikut mendukung kegiatan serupa.

Visited 1 times, 1 visit(s) today