Kadar Garam Naik, PAM Bandarmasih Distribusikan Air Darurat Hanya untuk MCK

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – PT Air Minum (AM) Bandarmasih mulai pukul 00.00 WITA mendistribusikan air bersih darurat nonkonsumsi ke sejumlah wilayah terdampak meningkatnya kadar garam pada sumber air baku.

Direktur Utama PT AM Bandarmasih Zulbadi mengatakan air tersebut hanya untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), tidak untuk konsumsi.

“Mulai malam nanti jam 00.00 WITA, PAM Bandarmasih akan mendistribusikan air bersih nonkonsumsi dalam keadaan darurat. Hanya untuk mandi, cuci, kakus (MCK),” kata Zulbadi, Senin (21/9/2026).

Wilayah terdampak meliputi seluruh kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Barat, enam kelurahan di Banjarmasin Tengah, serta lima kelurahan di Banjarmasin Utara, termasuk kawasan Kayutangi sebelah kiri.

Menurut Zulbadi, kenaikan kadar garam membuat PT AM Bandarmasih hanya mengoperasikan satu intake. Yakni IPA 2 dengan sumber air baku dari Sungai Tabuk.

“Hal ini karena terus meningkatnya kadar garam di sejumlah intake. Sehingga kami hanya mengoperasionalkan satu intake, yakni IPA 2 yang bersumber dari Sungai Tabuk,” ujarnya.

Kondisi tersebut menurunkan kapasitas distribusi sekitar 30 persen, dari sebelumnya 11.560 meter kubik per jam menjadi sekitar 8.300 meter kubik per jam.

Sementara IPA A Yani tidak dapat beroperasi karena kadar garam pada sumber air mencapai sekitar 1.000 hingga 5.000 ppm.

Zulbadi mengimbau masyarakat menggunakan air darurat sesuai peruntukannya dan tidak mengonsumsinya.

“Kami mengimbau masyarakat mengikuti seperti apa yang disampaikan. Kalau fungsinya untuk MCK, gunakan saja untuk MCK, bukan untuk minum,” tegasnya.

Untuk kebutuhan air minum, PT AM Bandarmasih menyiapkan tandon yang akan didistribusikan ke sejumlah wilayah hingga ujung pelayanan.

“Untuk minum, kita siapkan tandon yang kita distribusikan ke daerah hingga ke ujung-ujung pelayanan,” katanya.

Zulbadi menambahkan, informasi mengenai penggunaan air nonkonsumsi tersebut telah disampaikan kepada masyarakat melalui audiensi dan pertemuan di tingkat kecamatan.

“Pada saat kita audiensi dan pertemuan di kecamatan. Kita sudah sampaikan bahwa air ini bukan untuk minum, hanya boleh untuk MCK. Dan sebagian besar masyarakat, air hanya untuk MCK,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today