KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Banjarmasin tercatat 6,45 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional maupun Provinsi Kalimantan Selatan. Angkanya berada di kisaran 4,1 persen. Kondisi ini menjadi ironi karena Pemkot Banjarmasin mengklaim data lowongan dari berbagai perusahaan terus tersedia.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkolaborasi dengan perusahaan untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan pencari kerja.
“Kami berkolaborasi dengan seluruh perusahaan di Banjarmasin agar melaporkan lowongan kerja apa yang tersedia. Alhamdulillah kita memiliki datanya,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).
Machli menegaskan persoalan tingkat pengangguran bukan semata-mata soal ketersediaan lapangan pekerjaan. Kompetensi pencari kerja yang belum sesuai kebutuhan industri menjadi hambatan utama. Perusahaan kini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga keahlian khusus, sertifikasi, dan pengalaman.
“Misalnya perusahaan yang mencari pekerja yang bisa mengoperasikan alat berat, ternyata pencari kerja yang melamar tidak memiliki sertifikasi itu,” jelasnya.
Dinas mendorong pencari kerja meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi di Balai Latihan Kerja (BLK). Pelatihan ini tidak hanya terarah agar peserta bisa menjadi karyawan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.
“Ada pergeseran yang semula sebagai karyawan menjadi pengusaha. Pergeseran ini nyata terjadi 2024 hingga 2026,” ujar Machli.





