Nilai Kontrak Capai 35 Miliar dengan Lebar 8,5 Meter, Pembangunan Jalan Purnawirawan–Guntung Manggis Berproses

oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pembangunan Jalan Purnawirawan yang menghubungkan kawasan menuju Guntung Manggis terus berproses. Infrastruktur tersebut akan menjadi salah satu jalur alternatif untuk memperkuat konektivitas sekaligus membuka akses menuju kawasan yang selama ini masih terbatas.

Pengerjaan proyek melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) tersebut merupakan bagian dari 14 trase jalan lingkar Kota Banjarbaru. Atas inisiasi Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby.

Dalam peninjauan lapangan, Wali Kota Lisa bersama Kepala Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Eka Yuliesda Akbari, memantau langsung proses pengaspalan Jalan Purnawirawan–Guntung Manggis.

Pelaksana pembangunan jalan ini Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan dengan nilai kontrak sekitar Rp35,4 miliar. Penyedia PT Multi Prasarana Utama, sementara konsultan pengawas berasal dari PT Prima Cipta Karsa Sabbapathamam (KSO)–PT Petra Penida Energi Indonesia.

Trase jalan memiliki panjang sekitar 2,175 kilometer. Jalan tersebut rancangan dengan lebar aspal 5,5 meter dan lebar badan jalan mencapai 8,5 meter.

Menurut Lisa, pembangunan jalan baru tidak hanya untuk memperlancar mobilitas kendaraan, tetapi juga membuka kawasan yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.

“Tentunya jalan baru ini membuka daerah terisolir yang selama ini tidak memiliki akses dan harapannya mampu menumbuhkan titik-titik pertumbuhan baru di Kota Banjarbaru,” ujarnya.

Jalur Alternatif

Jalur Purnawirawan–Guntung Manggis nantinya dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkawasan. Kehadiran akses tersebut juga penting seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat di Banjarbaru.

Selain mengurai beban lalu lintas pada jalur utama, pengembangan jaringan jalan lingkar juga untuk menciptakan konektivitas yang lebih merata. Kawasan yang sebelumnya sulit terjangkau mulai berkembang setelah memiliki dukungan infrastruktur transportasi.

Dampaknya tidak hanya pada mobilitas masyarakat. Akses jalan yang semakin terbuka berpotensi memperlancar distribusi barang dan jasa serta mendorong munculnya aktivitas ekonomi baru di kawasan yang terhubung.

Pemko Banjarbaru menempatkan pembangunan jaringan jalan lingkar sebagai bagian dari strategi pengembangan kota. Infrastruktur tidak hanya diarahkan untuk membangun fisik jalan, tetapi juga membuka akses dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru.

Ke depan, pengembangan 14 trase jalan lingkar diharapkan membentuk jaringan transportasi yang semakin terintegrasi. Dengan demikian, Banjarbaru memiliki sistem konektivitas yang lebih kuat dalam menghadapi pertumbuhan kawasan serta peningkatan mobilitas penduduk. 

Visited 1 times, 1 visit(s) today