KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mematangkan rencana pengembangan Kawasan Sultan Suriansyah sebagai kawasan budaya dan heritage yang lebih representatif, Rabu (17/6/2026). Konsep pengembangan kini diperluas, tidak lagi hanya berfokus pada area makam, tetapi juga mencakup Masjid Sultan Suriansyah.
Kepala Dinas Budporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menjelaskan bahwa usulan awal ke Kementerian PUPR adalah penataan kawasan makam sebagai kawasan budaya. Namun, berdasarkan hasil rapat bersama SKPD, muncul usulan untuk memperluas cakupan kawasan agar menjadi satu kesatuan kawasan heritage yang utuh.
“Cakupan kawasan tidak hanya makam, tetapi juga sampai ke Masjid Sultan Suriansyah,” paparnya.
Perluasan kawasan ini akan memperkuat nilai sejarah, budaya, dan religi yang melekat pada situs di sana. Perubahan konsep tersebut mengharuskan pemerintah daerah menyusun usulan baru yang lebih komprehensif melalui pembahasan lintas sektor.
Sabil menjelaskan bahwa proses penyusunan desain dan dokumen usulan membutuhkan koordinasi intensif karena melibatkan banyak OPD.
“Hasilnya nanti akan kita ekspose kembali kepada pimpinan untuk mendapatkan arahan dan langkah tindak lanjut yang tepat,” jelasnya.
Melalui pengembangan ini, Kawasan Sultan Suriansyah harapannya bisa tampil sebagai kawasan budaya terpadu. Dengan menjaga nilai sejarah sekaligus menjadi daya tarik wisata unggulan yang menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata.





