KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menghadirkan program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga warga binaan melalui pelatihan kewirausahaan dan UMKM. Program ini bertujuan membantu keluarga tetap mandiri secara ekonomi sekaligus mencegah anak-anak warga binaan putus sekolah akibat keterbatasan finansial.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga warga binaan. Mereka harus tetap menjalani kehidupan sehari-hari selama anggota keluarganya menjalani masa pidana.
“Negara hanya menanggung kebutuhan warga binaan yang berada di dalam lapas. Sementara istri dan anak-anak mereka tetap harus melanjutkan kehidupan. Karena itu kami memberikan pelatihan kewirausahaan agar mereka memiliki keterampilan dan peluang usaha. Untuk menopang ekonomi keluarga,” ujarnya usai membuka pelatihan kewirausahaan dan UMKM di Lapas Karang Intan, Sabtu (6/6/2026).
Program bersama Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) serta Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) tersebut tidak hanya bertujuan mencetak pelaku usaha baru. Tetapi juga mengurangi dampak sosial yang kerap dialami keluarga warga binaan.
Menurut Yugo, salah satu fokus utama program adalah memastikan anak-anak warga binaan tetap dapat mengakses pendidikan. Dan tidak terpaksa berhenti sekolah karena persoalan ekonomi.
“Kami ingin para istri warga binaan tetap mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Sehingga anak-anak mereka bisa terus bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.

Libatkan Keluarga Warga Binaan dan Masyarakat
Sebanyak 130 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka terdiri dari keluarga warga binaan serta masyarakat Desa Lihung yang berada di sekitar lingkungan lapas.
“Ini baru langkah awal. Ke depan program akan terus kami lanjutkan dan kembangkan sehingga mampu melahirkan keluarga-keluarga yang mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Program pemberdayaan keluarga warga binaan melalui pelatihan kewirausahaan dengan skala seperti ini merupakan yang pertama di Kalimantan Selatan.
“Harapan kami, program ini bisa menjadi pionir dan menginspirasi lapas-lapas lain untuk turut memberdayakan keluarga warga binaan. Keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh warga binaan itu sendiri, tetapi juga dukungan keluarganya,” pungkasnya.





