KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Siti Wasilah resmi menjabat sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Banjarmasin di Aula Kayuh Baimbay, Rabu (16/7/2026). Kepengurusan baru berkomitmen memperkuat upaya pencegahan, edukasi, serta pendampingan bagi para penyintas dan penderita kanker di Kota Banjarmasin.
Siti Wasilah menjelaskan bahwa perhatian utama masih tertuju pada kanker serviks dan kanker payudara yang menjadi jenis kanker dengan kasus terbanyak di Kota Banjarmasin. Berdasarkan data 2025, kanker payudara tertinggi dengan 42 kasus, selanjutnya kanker leher rahim 24 kasus, dan kanker kolorektal empat kasus.
YKI juga menyoroti meningkatnya kewaspadaan terhadap kanker kolorektal atau kanker usus besar. Kondisi geografis Banjarmasin dengan geografi rawa dan sungai, tambah lagi pola konsumsi masyarakat, menjadi faktor risiko yang perlu mendapat perhatian lebih.
“Ketika mengalami gangguan pencernaan ringan sering kali anggapannya hal biasa, padahal itu bisa menjadi faktor risiko kanker usus besar. Jangan menunda pemeriksaan jika ada keluhan yang berulang,” paparnya.
Siti Wasilah mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis pemerintah sebagai langkah deteksi dini. “Kalau kanker bisa ditemukan sejak stadium awal, peluang pengobatannya jauh lebih besar. Yang berbahaya justru ketika pasien baru mengetahui saat sudah memasuki stadium lanjut,” jelasnya.
Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Lestriani, mengajak seluruh pengurus memberikan dukungan moral kepada penderita kanker. YKI Kota Banjarmasin juga akan memperkuat kegiatan sosial termasuk penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat yang sedang menjalani pengobatan kanker.





