KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pemerintah mematangkan persiapan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar. Tahapan saat ini dalam rangka perepatan persiapan pembebasan lahan. Salah satu upaya melalui penggunaan jasa pengukuran lahan.
Langkah percepatan itu menjadi pembahasan dalam rakor dampak sosial kemasyarakatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Ruang Rapat H Maksid, Setdaprov Kalsel, Senin (11/5/2026).
Berhadir dalam rakor itu Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Sekdaprov Kalsel M Syarifuddin, Balai Wilayah Sungai (BWS), Kejati Kalsel, hingga pihak kepolisian.
Syarifuddin menegaskan percepatan pembebasan lahan menjadi faktor penting agar proyek strategis tersebut segera berjalan. Saat ini, pemerintah daerah juga masih menunggu legal opinion dari pihak kejaksaan terkait penggunaan jasa konsultan pengukuran lahan agar seluruh proses tetap sesuai aturan.
Tak hanya pembebasan lahan, pembayaran ganti rugi tanam tumbuh kepada warga terdampak juga menjadi pertimabngan.
“Sejauh ini, sekitar 80 persen masyarakat di sana telah menyetujui proses ganti rugi. Mayoritas warga memahami manfaat bendungan ini, baik untuk pengendalian banjir maupun mendukung sektor pertanian dan perikanan,” sambungnya.
Secara keseluruhan, pembangunan Bendungan Riam Kiwa membutuhkan lahan sekitar 771,51 hektare. Pada 2026 ini, pemerintah menargetkan pembebasan 18 hektare untuk akses jalan serta 158 hektare untuk area utama bendungan sebagai langkah awal dimulainya proyek.
Pemprov Kalsel menargetkan Bendungan Riam Kiwa dapat mulai beroperasi pada 2028 atau 2029 mendatang. Dari informasi Balai Wilayah Sungai, anggaran pembangunan bendungan tersebut juga telah tersedia.
“Bendungan ini dampaknya luar biasa. Selain untuk mengatasi banjir, juga bisa untuk pembangkit listrik dan penyediaan air baku,” kata Syarifuddin.
Adapun Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menyampaikan apresiasinya terhadap proses penyelesaian persoalan lahan yang selama ini terus berjalan.
Dia bilang berbagai kesepakatan dengan pemilik lahan sudah tercapai sehingga proyek tinggal menunggu tahapan administrasi sebelum pengerjaan.
“Semoga pembangunan bendungan nantinya memberi manfaat besar bagi masyarakat, terutama untuk mendukung sektor pertanian serta membantu mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah sekitar,” tandas Saidi.





