KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 2026. Untuk memastikan pasokan energi tetap aman selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Satuan tugas ini mulai bertugas sejak Senin (9/3/2026).
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan potensi peningkatan kebutuhan energi selama periode mudik. Puncak arus mudik perkiraannya terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik akan berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
“Seluruh aspek operasional, mulai dari stok hingga distribusi telah kami siapkan agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang,” ujar Isfahani.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyiagakan infrastruktur energi secara menyeluruh. Fasilitas yang disiapkan meliputi 16 Terminal BBM, 3 Terminal LPG, 786 SPBU, 558 Pertashop, 527 Agen LPG, serta 52 SPBE. Selain itu, 762 unit mobil tangki dan 99 unit skidtank siap mendistribusikan energi hingga ke wilayah terpencil.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menambahkan bahwa pihaknya menyiapkan 90 SPBU Siaga 24 Jam. Serta 326 Agen LPG Siaga di jalur tol, jalur wisata, dan jalur lintas utama. Pertamina juga menyiapkan empat unit Serambi MyPertamina sebagai titik istirahat bagi pemudik.
Pertamina menghadirkan berbagai program promo melalui aplikasi MyPertamina. Pemudik dapat menikmati hemat hingga Rp300 per liter untuk pembelian Pertamax Series dan Dex Series pada 18–29 Maret 2026. Selain itu, tersedia program trade in dua tabung LPG 3 kg menjadi Bright Gas 5,5 kg pada 20 Februari – 31 Maret 2026.
Pertamina juga memberikan diskon 10 persen Avtur di 37 bandara pada 14–29 Maret 2026. Untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan selama mudik Lebaran.
“Kami berkomitmen memastikan energi selalu tersedia demi mendukung setiap perjalanan dan kebersamaan masyarakat Kalimantan,” pungkas Edi.





