Legalitas Dipertanyakan, Musorkot KONI Banjarbaru Diwarnai Walk Out dan Desakan Penundaan

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Banjarbaru diwarnai aksi walk out dari sejumlah cabang olahraga (cabor), Sabtu (28/3/2026).

Forum yang berlangsung di Aula Linggangan DPRD Banjarbaru itu memanas setelah sejumlah perwakilan cabor menyampaikan interupsi sebelum mulainya pembahasan utama.

Interupsi lantaran tahapan batas waktu penjaringan dan penyaringan bakal calon Ketua KONI Banjarbaru periode 2026–2030 terlalu singkat. Tersedia hanya tiga hari yakni 25–27 Maret 2026. Selain itu, sejumlah cabor mengaku tidak menerima informasi menyeluruh mengenai tahapan dan mekanisme pelaksanaan Musorkot.

Perdebatan sengit memaksa pimpinan sidang menskors rapat selama 15 menit. Namun usai skors berakhir, situasi belum kondusif dan sejumlah cabor akhirnya meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk protes.

Bola Voli Merasa Didiskriminasi

Ketua Harian Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Banjarbaru, Andi Prasetyo, menyampaikan dugaan perlakuan tidak adil terhadap cabor bola voli sebelum meninggalkan forum.

Ia mengaku tidak menerima undangan rapat kerja pada 18 Maret 2026, baik melalui grup WhatsApp maupun secara pribadi.

“Hal ini kami anggap sebagai bentuk diskriminasi terhadap cabor bola voli,” tegasnya.

Andi juga mempertanyakan dasar hukum pelaksanaan Musorkot mengingat masa kepengurusan sebelumnya telah berakhir.

“Karena itu kami keberatan jika kegiatan tetap dilanjutkan,” ujarnya.

Cabor yang melakukan walk out juga mendesak penundaan Musorkot hingga seluruh tahapan lengkap, transparan, dan sesuai aturan.

Mereka juga mengusulkan agar KONI Provinsi mengambil alih proses Musorkot untuk menjamin netralitas pelaksanaan.

Visited 1 times, 1 visit(s) today