KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Kawasan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam akan tetap beroperasi penuh selama libur Idulfitri 1447 H. Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan selaku pengelola menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan pengunjung yang kerap terjadi setiap libur panjang Lebaran.
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra, menyebut sistem pembayaran retribusi di Tahura Sultan Adam kini hampir sepenuhnya berbasis non-tunai.
“Di Tahura Sultan Adam ini hampir 99,9 persen sudah tidak lagi menggunakan transaksi tunai,” ujar Fatimatuzzahra, Senin (9/3/2026).
Kelancaran transaksi non-tunai ini berkat dukungan jaringan internet dari Dinas Kominfo Kalsel dan Bank Indonesia. Aya — sapaan akrab Fatimatuzzahra, menyebut sistem tersebut telah berjalan selama lima hingga enam bulan terakhir.
Keamanan Diperketat di Titik Rawan
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah wisatawan di Tahura Sultan Adam meningkat signifikan selama periode Lebaran. Untuk itu, pengelola menambah personel dan armada penjagaan di sejumlah titik berisiko tinggi.
“Kami menambah armada untuk penjagaan, khususnya di tempat-tempat yang riskan seperti di sekitar Bukit Batu. Kadang masih ada pengunjung yang berenang walaupun sudah kita larang,” kata Aya.
Pengawasan juga berlaku di area kolam Mandiangin dan ruas jalan yang rawan kecelakaan. Selain rambu peringatan, petugas akan berada langsung di titik-titik tersebut untuk mengawasi aktivitas pengunjung.
Sebagai langkah antisipasi kedaruratan, pengelola juga menyiagakan armada ambulans sendiri.
“Jadi tidak perlu lagi memanggil dari luar. Mudah-mudahan ini bisa membantu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Aya.
Aya mengajak masyarakat menjadikan Tahura Sultan Adam sebagai destinasi wisata Lebaran. Menurutnya, kawasan ini memiliki banyak potensi wisata alam dengan lokasi yang relatif dekat dan tidak kalah menarik dari objek wisata luar daerah maupun luar Kalimantan Selatan.





