PUPR Kalsel Segera Perbaiki Jalan Provinsi Rusak Akibat Banjir

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan memastikan segera melakukan perbaikan pada sejumlah ruas jalan provinsi yang rusak akibat banjir di wilayah Kalimantan Selatan.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat tujuh ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan setelah terendam banjir dalam beberapa waktu terakhir, yakni:

  1. Ruas Banjarbaru–Batulicin
  2. Ruas Matraman–Sungai Ulin
  3. Ruas Banjarbaru–Aranio
  4. Ruas Banjarmasin–Martapura
  5. Ruas Jalan Makam Syekh Arsyad Al-Banjari
  6. Ruas Tanjung–Muara Uya
  7. Ruas Bypass Alabio

Saat ini, seluruh paket pekerjaan masih berada pada tahap lelang melalui mekanisme minikompetisi. Dalam waktu dekat, harapannya sudah ada pemenang sehingga pekerjaan fisik dapat segera mulai.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Robby Cahyadi, menjelaskan bahwa sembari menunggu proses kontrak, pihaknya telah melakukan penanganan darurat di lapangan.

“Penanganan sementara sudah dilakukan, terutama di titik-titik yang berlubang dan berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Penanganan darurat melalui penghamparan agregat di sejumlah lokasi. Khusus untuk kawasan Martapura Lama, PUPR Kalsel juga mendapat dukungan penanganan dari pemerintah kabupaten setempat.

Ramadan & Idulfitri Mantapkan Jalan

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Dinas PUPR Kalsel memprioritaskan kemantapan jalan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat.

“Kami fokus menyiapkan kondisi jalan mantap. Targetnya, sebelum Lebaran seluruh paket sudah terkontrak sehingga pekerjaan perbaikan bisa segera dilaksanakan,” kata Robby.

Dari tujuh ruas terdampak tersebut, kerusakan terparah tercatat terjadi di kawasan Martapura Lama serta di ruas Jalan Makam Syekh Arsyad Al-Banjari yang sempat terendam cukup lama. Selain itu, ruas Bypass Alabio juga mengalami dampak signifikan akibat genangan berkepanjangan.

Untuk pembiayaan, setiap paket pekerjaan anggarannya berkisar antara Rp3 miliar hingga Rp5 miliar, bergantung pada tingkat kerusakan di lapangan. Skema penanganan akan menyesuaikan dengan kondisi, mulai dari metode patching (tambal sulam) hingga overlay atau pelapisan ulang badan jalan secara menyeluruh.

Visited 1 times, 1 visit(s) today