KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel) memastikan pelaksanaan rukyatul hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah akan terpusat di puncak RS Amanah Banjarmasin pada hari ini, Selasa (17/2/2026) atau bertepatan 29 Syakban 1447 Hijriah.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin mengatakan, penetapan lokasi tersebut setelah mempertimbangkan aspek teknis, termasuk ketinggian bangunan, sudut pandang ufuk barat, serta kesiapan sarana pendukung pengamatan.
“Untuk pemantauan hilal tanggal 17 Februari nanti, kita tetapkan di puncak RS Amanah. Lokasi ini cukup representatif karena memiliki pandangan yang relatif terbuka ke arah matahari terbenam,” ujarnya.
Sebelumnya, Kemenag Kalsel sempat menyiapkan dua opsi lokasi pemantauan di Kota Banjarmasin. Namun setelah peninjauan dan evaluasi, puncak RS Amanah akan menjadi titik resmi pelaksanaan rukyat tahun ini.
Pemantauan hilal akan melibatkan unsur Kemenag, Pengadilan Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, serta para ahli falak.
Proses observasi menjelang waktu Magrib dengan menggunakan teleskop dan perangkat optik pendukung, serta pencocokan data hisab atau perhitungan astronomi.
Jadi Laporan ke Kementerian Agama RI
Tambrin menjelaskan, hasil rukyatul hilal dari Kalsel nantinya akan mereka laporkan ke Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bagian dari data nasional dalam sidang isbat penetapan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah.
“Keputusan final tetap menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah pusat. Data dari daerah menjadi bagian penting dalam proses tersebut,” jelasnya.
Sebagai informasi, RS Amanah Medical Centre Banjarmasin memiliki area rooftop yang memadai untuk kegiatan observasi, termasuk pemantauan hilal.
Ada 12 lantai dan memiliki ketinggian sekitar 60 meter, Amanah Medical Centre merupakan gedung tertinggi yang ada di Banjarmasin.
Terkait kemungkinan perbedaan awal Ramadan, Tambrin menyebut hal tersebut sebagai dinamika yang kerap terjadi karena adanya perbedaan metode penetapan.
“Pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyat secara bersamaan, sementara ada organisasi yang menggunakan metode hisab. Perbedaan itu sudah menjadi bagian dari khazanah fikih dan dipahami bersama,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat Kalsel untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah serta tetap menjaga suasana kondusif dan persatuan umat dalam menyambut bulan suci Ramadan.





