KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Banjarmasin menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Rabu (18/2/2026).
Mereka menyampaikan 12 tuntutan yang menyasar langsung isu-isu krusial yang belum tertangani maksimal. Termasuk proses pengadaan mobil dinas bagi para pejabat.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, Wakil Wali Kota Ananda, serta seluruh Kepala SKPD dan Camat se-Kota Banjarmasin, hadir menerima aksi massa.
Pengunjuk rasa menuntut pemerintah segera menangani persoalan banjir secara serius.
Mereka menilai persoalan klasik ini terus berulang tanpa solusi konkret yang berdampak signifikan bagi warga.
Tak hanya itu, percepatan perbaikan jalan berlubang juga menjadi sorotan mahasiswa karena membahayakan keselamatan masyarakat.
Kemudian dari sektor olahraga turut menjadi perhatian, dengan tuntutan kejelasan dan transparansi bonus bagi atlet daerah.
Selain itu Mahasiswa juga menyinggung kualitas layanan BPJS Kesehatan yang masih menyulitkan masyarakat.
Mereka meminta evaluasi prioritas penggunaan anggaran daerah agar lebih berorientasi pada kebutuhan publik, bukan pada kegiatan seremonial yang minim dampak.
Kemudian, pengadaan mobil listrik oleh pemerintah kota turut dipertanyakan. Mahasiswa menuntut transparansi serta kajian manfaat publik yang jelas.
Di sektor pemerintahan, mereka mendesak penegakan disiplin dan etika Aparatur Sipil Negara (ASN) secara tegas dan transparan. Sementara di ranah ketertiban umum, mahasiswa meminta penegakan aturan lalu lintas, khususnya terhadap truk yang melanggar jam operasional.
Perhatian terhadap pendidikan, penanganan lahan terbakar, hingga penindakan balapan liar dan aktivitas gangster juga masuk dalam daftar tuntutan. Mereka menilai persoalan-persoalan tersebut berdampak langsung pada keamanan, kesehatan, dan masa depan generasi muda Banjarmasin.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal realisasi tuntutan tersebut dan siap turun kembali ke jalan jika pemerintah tidak menunjukkan langkah konkret.





