KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyindir kondisi Banjarmasin yang semrawut dengan spanduk dan kabel yang berseliweran di Pusat Kota. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan taklimat dalam acara Rakornas Pemerintah Daerah dan Pusat 2026, di Sentul (02/02/2026).
Dalam arahannya, Presiden Prabowo siap mencanangkan Gerakan Indonesia Asri. Itu merupakan singkatan dari Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah. Ia meminta seluruh Kepala Daerah agar menggalakan bersama program tersebut, antara lain menertibkan iklan dan spanduk yang membuat keindahan kota berkurang.
Di sela pidatonya memberi taklimat kepada para Kepala Daerah se-Indonesia, Prabowo menyinggung Balikpapan dan Kota Banjarmasin yang jalanan protokolnya bertebaran spanduk dan iklan.
“Saat saya ke Balikpapan dan Banjarmasin hampir gak berbeda, spanduk spanduk sanduk,” ujarnya.
Presiden menilai terlalu banyaknya papan reklame di tengah Kawasan protokol sangat mengganggu keindahan kota. Hal tersebut dalam rangka Upaya mewujudkan Indonesia Asri.
Tak hanya sampai di situ, orang nomor satu di Indonesia ini juga meminta sikap tegas kepala pemerintahan termasuk menertibkan instalasi kabel yang merusak pemandangan kota.
“Jalan jalan protokol ditertibkan lah, ajak bicara baik baik, kalo kau mau buka bengkel apa tapi depannya yang sopan lah,in untuk untuk kita semua, kabel kabel Listrik seliweran seliweran,” tegasnya.

Instalasi Kabel Semrawut Sempat Jadi Ultimatum Wali Kota Banjarmasin
Lantas bagaimana di Banjarmasin? Semrawutnya instalasi kabel di pusat kota sempat menjadi perhatian Wali Kota Banjarmasin HM Yamin. Ia mengultimatum para pemilik kabel jaringan utilitas yang semrawut dan merusak estetika kota, bahkan mengancam akan memotongnya jika tidak mengindahkan.
“Saya imbau para pemilik kabel untuk segera merapikan instalasi mereka. Kami tidak segan mengambil tindakan tegas berupa pemotongan,” ujar Yamin, Sabtu (1/6/2025) lalu.
Sementara itu, kondisi saat ini di beberapa titik Kawasan jalan protokol, bentangan instalasi kabel masih terlihat krodit. Contohnya di Jalan Lambung Mangkurat, juntaian terlihat semrawut, bahkan saking tak terawatnya gumpalan instalasi kabel ditumbuhi rumput liar.
Pemandangan serupa juga terlihat di sekitar Jalan Hasanudin HM, tepatnya di atas trotoar Kawasan wisata kuliner Kota Lama. Di sini penempatan jaringan kabel terlihat membentang, dengan penempatan banyak tiang di satu titik. Selain itu, di Jalan Bank Rakyat, saking banyaknya utilitas, kabel yang melintang harus ada penopang tiang kayu agar juntaian tidak mengenai pejalan kaki.
PUPR Sudah Lakukan MOU Bersama Provider
Sebelumnya Pemko melalui Dinas PUPR mengaku telah mengambil Langkah konkret untuk menata kabel semrawut yang membentang di sejumlah ruas jalan utama.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menyebutkan bahwa penataan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Banjarmasin. Fokus awal akan menyasar pada kabel-kabel yang menjuntai dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Segera kita lakukan perapian jika ditemukan kabel yang menjuntai dan membahayakan. Kami juga menghimbau para pemilik kabel untuk segera menata ulang sebelum pembangunan ducting dimulai,” ujar Suri pada Senin (9/6/2025) lalu.
Suri menjelaskan, beberapa provider telekomunikasi telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kota. Artinya, mereka telah sepakat untuk mendukung proses penataan kabel secara bertahap.





