Terendam Banjir, Masjid Al Ittihadul Khairat Sungai Tabuk Tiadakan Salat Jumat

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Banjir yang melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, berdampak pada aktivitas ibadah warga. Masjid Al Ittihadul Khairat yang berada di Desa Pambantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, terpaksa meniadakan pelaksanaan Salat Jumat, Jumat (2/1/2026).

Masjid yang telah berdiri sejak sekitar tahun 1973 itu terendam banjir sejak 28 Desember 2025. Hingga Jumat, ketinggian air di lokasi masih berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter, merendam ruang induk masjid dan membuat aktivitas ibadah berjemaah dalam jumlah besar tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.

Banjir di wilayah Kecamatan Sungai Tabuk merupakan bagian dari meluasnya bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Banjar dalam beberapa hari terakhir. Tidak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas publik, termasuk rumah ibadah, ikut terdampak.

Warga setempat, Abdan Sani, mengatakan ruang induk masjid tergenang banjir telah berlangsung lima hari terakhir. Ketinggian airnya sekitar 30 sentimeter.

“Banjir sudah sejak 28 Desember. Di Masjid tingginya sekitar lutut. Hari ini tidak bisa Salat Jumat, jadi warga melaksanakan Salat Jumat di masjid lain. Di desa ini ada tiga masjid yang tidak bisa melaksanakan Salat Jumat karena terendam,” ujarnya.

Meski Salat Jumat ditiadakan sementara, pengelola masjid bersama warga tetap memanfaatkan Masjid Al Ittihadul Khairat untuk pelaksanaan salat lima waktu. Untuk menghindari genangan air, warga membangun panggung kayu seadanya di dalam ruang induk masjid.

Visited 1 times, 1 visit(s) today