Penerimaan Opsen PKB dan BBNKB Balangan Tembus Rp15,3 Miliar

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) mencatat capaian positif pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga akhir 2025, realisasi penerimaan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp15.346.075.900.

Kepala Bidang Penagihan dan Pelaporan BPKPAD Balangan, Rasid, mengatakan capaian tersebut setara dengan 85 persen dari target sebesar Rp18 miliar.

“Rinciannya, penerimaan Opsen PKB sebesar Rp8.153.442.100 dan Opsen BBNKB sebesar Rp7.192.633.800,” ujar Rasid, Selasa (27/1/2025).

Ia menjelaskan, penerapan skema opsen memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan mekanisme bagi hasil sebelumnya. Melalui skema ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan langsung mentransfer dana pajak ke kas daerah Kabupaten Balangan secara real time.

“Skema opsen memberikan kepastian, kecepatan, dan transparansi penerimaan. Ini sangat membantu dalam meningkatkan akurasi perencanaan APBD serta mendorong kemandirian fiskal daerah,” jelasnya.

Rasid menambahkan, capaian tersebut juga berkat sinergi antara BPKPAD Balangan dengan Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Paringin di bawah Bapenda Provinsi Kalsel.

Selain itu, kemudahan layanan pembayaran turut berperan dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak, di antaranya melalui Mobil Layanan Pembayaran PKB milik BPKPAD serta layanan Samsat Keliling.

Sebagai bentuk peningkatan pelayanan, Pemkab Balangan juga telah menyediakan gedung layanan baru yang rencananya mulai beroperasi penuh tahun ini.

Tak hanya itu, pemerintah daerah mengalokasikan dana cost sharing sebesar Rp188.557.000 untuk mendukung optimalisasi penerimaan pajak. Anggaran tersebut untuk kegiatan publikasi, edukasi, koordinasi, hingga pengadaan hadiah dalam Program Panutan Gebyar Pajak Tahun 2025.

“Kami memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang taat melalui program gebyar hadiah. Ini bagian dari strategi optimalisasi pendapatan sekaligus edukasi bahwa pajak akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik,” pungkas Rasid. 

Visited 1 times, 1 visit(s) today