KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanahlaut mempercepat program optimasi lahan pertanian melalui penyaluran ribuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong peran petani milenial.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Tanahlaut mencatat, selama periode 2024–2025 telah tersalurkan 1.180 unit alsintan ke berbagai kelompok tani dan unit program pertanian.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Sunarko, mengatakan bantuan alsintan tersebut mendukung sejumlah program strategis. Di antaranya Brigadir Pangan, program Corporate Social Responsibility (CSR), serta Optimasi Lahan (Oplah) gagasan Kementerian Pertanian.
“Total alsintan yang diterima Tanahlaut selama dua tahun terakhir mencapai 1.180 unit. Alat ini diperuntukkan bagi Brigadir Pangan, program CSR, maupun kegiatan Oplah,” ujar Sunarko, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, program Brigadir Pangan menjadi salah satu fokus utama karena melibatkan petani milenial sebagai motor penggerak pengelolaan lahan berbasis teknologi. Langkah ini mampu menjawab tantangan regenerasi petani sekaligus meningkatkan efisiensi dan hasil produksi pertanian.
Sunarko menegaskan, bantuan alsintan harus dimanfaatkan secara optimal, serta pemeliharaan yang baik agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kami berharap alsintan yang sudah disalurkan dapat digunakan dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai alat yang diberikan justru terbengkalai atau menimbulkan masalah,” tegasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, dinas juga memberikan pelatihan kepada operator alsintan, termasuk pembekalan kemampuan dasar perawatan dan perbaikan. Pelatihan dengan menghadirkan teknisi dari perusahaan penyedia alsintan.
Upaya percepatan optimasi lahan ini harapannya mampu memperkuat posisi Tanahlaut sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Kalimantan Selatan, sekaligus menciptakan pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda.





