Dandim 1007/Banjarmasin Ingatkan Bahaya Hoaks dan AI, Pers Diminta Jadi Garda Terdepan Lawan Provokasi

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1007/Banjarmasin, Letkol CZI Slamet Riyadi, mengingatkan bahaya hoaks dan penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berpotensi memicu provokasi dan kegaduhan di tengah masyarakat.

Hal tersebut ia sampaikan usai kegiatan silaturahmi bersama insan pers di salah satu hotel di Banjarmasin, Kamis (22/1/2026).

Menurut Letkol Slamet, derasnya arus informasi di era digital menuntut kewaspadaan lebih tinggi, baik dari masyarakat maupun insan pers.

“Sekarang bukan hanya hoaks biasa. Sudah ada teknologi AI yang membuat informasi terlihat sangat meyakinkan, padahal menyesatkan. Ada berita yang sebenarnya benar, tetapi dipelintir sehingga menimbulkan kegaduhan,” tegasnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan. Karena itu, Slamet menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara TNI dan insan pers dalam menyajikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

Dandim juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial.

“Jangan langsung percaya apalagi menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas. Agar kita tidak ikut tergiring oleh kabar yang belum tentu benar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, Zainal Helmi, mengapresiasi terjalinnya kemitraan antara Kodim 1007/Banjarmasin dengan insan pers.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan menyejukkan di tengah maraknya disinformasi.

“Insan pers memang harus menjalin kemitraan dengan berbagai instansi. Tujuannya agar informasi kepada publik benar-benar mencerdaskan dan membangun,” kata Helmi.

Ia menegaskan, di tengah ancaman hoaks dan manipulasi informasi berbasis teknologi, pers memiliki peran strategis sebagai penjaga akal sehat publik. Sinergi antara TNI dan media menjadi benteng kuat dalam menangkal hoaks serta menjaga stabilitas sosial di masyarakat.

Visited 1 times, 1 visit(s) today