KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Bupati Tanahlaut H. Rahmat Trianto meresmikan Mushola Nur Rahmat di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Tanahlaut. Peresmian ini sekaligus dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Senin (19/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan peringatan agar masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), tidak mudah goyah imannya oleh narasi menyesatkan. Narasi tersebut berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dalam acara tersebut, turut hadir Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut.
Bupati Rahmat Trianto menyoroti fenomena penyalahgunaan teknologi digital oleh sebagian pihak untuk meragukan ajaran agama, termasuk peristiwa Isra Mi’raj.
“Saat ini melalui AI dan berbagai platform media, ada upaya sistematis untuk membuat umat Muslim merasa ragu. Narasi dibangun untuk meragukan ayat suci hingga sejarah Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa,” tegasnya.
Ia mengingatkan, tanpa fondasi iman yang kuat, generasi saat ini rentan terjebak pada logika fisik semata yang mengabaikan dimensi spiritual.
“Jika iman lemah, hati akan mudah goyah dan muncul keraguan terhadap kekuasaan Allah SWT. Penguatan iman menjadi benteng utama,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga meresmikan Mushola Nur Rahmat yang telah direnovasi secara menyeluruh. Kini, mushola tersebut tampil lebih representatif sebagai sarana ibadah ASN.
Bupati menjelaskan, renovasi mushola atas dasar keprihatinannya terhadap kondisi tempat ibadah di lingkungan Setda saat awal menjabat. Nama “Nur Rahmat” dipilih dengan harapan menjadi simbol cahaya dan kasih sayang.
“Saya ingin mushola ini menjadi pusat kebersamaan, menumbuhkan rasa saling menyayangi, sehingga seluruh pegawai dapat bekerja dengan ikhlas demi kemajuan Tanahlaut,” harapnya.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Bupati menginstruksikan jajarannya untuk mengaktifkan Mushola Nur Rahmat melalui kegiatan keagamaan. Kegiatan tersebut seperti kajian Islam dan syiar keagamaan.
Rangkaian acara peringatan Isra Mi’raj juga sekaligus tausiah agama oleh KH Abdurrahman Husein yang mengulas hikmah perjalanan spiritual Rasulullah SAW.





