KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Di tengah pemangkasan anggaran yang cukup signifikan, Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan program bantuan kesehatan gratis bagi warga tidak mampu tetap berjalan. Sserta tidak mwngunci jumlah penerima.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, menegaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 45 ribu jiwa yang terdaftar sebagai calon penerima bantuan kesehatan gratis dari pemerintah.
Namun jumlah tersebut bersifat fluktuatif dan dapat terus bertambah sesuai rekomendasi dari Dinas Sosial Kota Banjarmasin. Data tersebut juga berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE) Kementerian Sosial.
“Kami tidak mengunci jumlah tersebut. Kami akan terus menampung dan mengusulkan warga yang layak untuk masuk dalam daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI),” ujar Ramadhan, Selasa (20/1/2026).
Ia mengungkapkan, per 20 Januari 2026 ini telah terjadi penambahan sebanyak 250 jiwa penerima bantuan kesehatan gratis.
Penambahan tersebut jelas Ramadhan berasal dari hasil verifikasi ulang data. Sebelumnya, sekitar 67 ribu jiwa penerima bantuan kesehatan dicoret karena tidak lagi memenuhi kriteria sebagai warga miskin.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan, terutama bagi warga yang benar-benar tidak mampu,” tuturnya.
Ramadhan juga menyebutkan, potensi penambahan jumlah penerima manfaat masih terbuka lebar seiring adanya rekomendasi lanjutan dari Dinas Sosial.
Namun demikian, proses verifikasi akan berlaku ketat agar bantuan tepat sasaran.
“Penerima bantuan iuran harus benar-benar terverifikasi. Jadi kami akan terus berupaya membantu jika memang ada warga kota yang memerlukan,” tegasnya.
Meski demikian, Ramadhan tidak menampik adanya tantangan besar akibat efisiensi anggaran. Pada tahun 2026 ini, anggaran Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) mengalami pemangkasan lebih dari 50 persen. Anggaran ini dipotong dari sebelumnya sekitar Rp52 miliar menjadi hanya Rp22 miliar.
“Kondisi ini membuat kami harus menerapkan skala prioritas sesuai DTSE. Namun komitmen kami tetap, pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin akan terus diupayakan,” pungkasnya.





