Diserahkan Langsung Menteri LH, Gubernur Kalsel Muhidin Terima Penghargaan Pembina Proklim 2025

oleh
Gubernur Muhidin bersama Menteri LH (kanan) usai menerima penghargaan Proklim 2025 di Jakarta. Foto : Biro Adpim Setdaprov Kalsel
Spread the love

KALSELMAJU.COM, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyerahkan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Tahun 2025. Gubernur Kalsel, H. Muhidin, menerima penghargaan Pembina Proklim 2025 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Selain Muhidin, penyerahan ini kepada gubernur bersama 14 bupati dan wali kota lainnya se Indonesia. Ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan peran aktif dalam pembinaan, pendampingan, serta penguatan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di wilayah masing-masing.

Gubernur H. Muhidin menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan buah kerja bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak yang peduli lingkungan. Ia menegaskan pentingnya memperbanyak ruang hijau untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global.

“Penghijauan adalah langkah penting untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Saya mengimbau masyarakat dan semua pihak untuk meningkatkan upaya penghijauan di lingkungan masing-masing,” ujarnya usai menerima penghargaan. Turut mendampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo.

Selain penghijauan, Gubernur H. Muhidin menyoroti urgensi pengelolaan sampah. Hal ini dilihat sebagai bagian penting dari mitigasi perubahan iklim. Ini selaras dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup yang menekankan bahwa mulai 2026, pemerintah pusat akan lebih tegas terhadap implementasi pengelolaan sampah di daerah.

“Kita harus benar-benar serius dalam pengelolaan sampah di seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Ini penting karena perubahan iklim yang terjadi di beberapa provinsi telah memicu bencana besar,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh bupati dan wali kota se-Kalsel untuk memberikan perhatian serius terhadap penanganan sampah. Mereka harus menjadikannya prioritas dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri LH/BPLH RI menyerahkan sejumlah penghargaan ProKlim lainnya. Ini meliputi Proklim Lestari, Proklim Utama, serta apresiasi bagi perusahaan yang mendukung program lingkungan tersebut. Selain itu, turut diluncurkan konsep baru ProKlim yang menekankan tiga aspek utama. Aspek tersebut adalah percepatan rekonseptualisasi berbasis kualitas, penguatan peran pemerintah daerah, serta integritas sistem.

Visited 1 times, 1 visit(s) today