KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Fenomena banjir rob di Kota Banjarmasin kembali menjadi perhatian publik. Setiap kali air pasang bersamaan dengan hujan, sejumlah kawasan tergenang.
Kondisi itu kembali terjadi hari ini, ketika ruas Jalan A. Yani Km 5 hingga Km 6 terendam akibat kombinasi air pasang dan hujan deras.
Ketua DPP Intakindo Kalsel, Nanda Febriyan, menilai kondisi tersebut sebagai alarm bagi Pemko Banjarmasin untuk segera mencari solusi jangka panjang.
Menurutnya, tak bisa lagi menangani masalah banjir rob dengan cara-cara sementara.
“Yang paling penting adalah mengetahui dulu sumber masalahnya. Apakah murni karena pasang air sungai, hujan, atau keduanya,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Nanda menjelaskan, aliran sungai yang terhubung ke kawasan A. Yani memiliki peran besar terhadap kenaikan muka air saat pasang. Mulai dari aliran Sungai Barito menuju Sungai Martapura, kemudian ke Sungai Kelayan, hingga akhirnya ke Sungai Guring di sekitar A. Yani.
Dari hasil pengamatannya, beberapa sungai yang berpengaruh terhadap rob di A. Yani antara lain sungai di samping Kantor BPJS Kesehatan, sungai di area Duta Mall, aliran di samping Kantor TVRI, serta sungai di sekitar Pasar Pandu.
“Itulah saluran-saluran yang memengaruhi ketinggian air di A. Yani. Itulah sumber utama persoalannya,” bebernya.
Jika penyebab utama sudah terpetakan dengan jelas, Nanda menilai ada lima langkah teknis untuk menekan risiko terjadinya banjir rob.
Pertama, membangun pintu air di titik-titik strategis. Kedua, mempercepat pembuangan air dengan pompa. Ketiga, membangun tanggul pada kawasan yang elevasinya lebih rendah dari permukaan air.
Selain itu, ia juga merekomendasikan penggunaan pintu klep pada inlet trotoar agar air dari jalan bisa masuk, tetapi air dari sungai tidak keluar ke jalan.
Langkah terakhir adalah meningkatkan kapasitas tampung sungai, sehingga air tidak mudah meluap.
“Rangkaian solusi tersebut harus segera, mengingat Banjarmasin berada di bawah permukaan air laut dan memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir rob, terutama saat pasang dan hujan terjadi bersamaan,” jelasnya.
Nanda menegaskan, Jalan A. Yani merupakan urat nadi pergerakan masyarakat Kota Banjarmasin. Jika kawasan itu terganggu, dampaknya akan meluas hingga sektor ekonomi dan aktivitas sosial.
“Ini harus segera ditangani. Jangan sampai akses vital masyarakat terus terganggu karena masalah yang berulang setiap tahunnya,” tandasnya.





