KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kelangkaan bahan bakar jenis Pertamax dalam beberapa pekan terakhir mulai terasa berat dirasakan warga Banjarmasin.
Sejumlah SPBU kosong, sementara yang masih menyediakan Pertamax mengalami antrean panjang hingga mengular.
Hendri Gunawan, warga Banjarmasin, mengaku harus berkeliling sejak pagi hanya untuk mendapatkan BBM tersebut.
Ia mendapati lebih dari enam SPBU kehabisan stok Pertamax, sementara dua lainnya penuh antrean panjang.
“Biasanya aman, lancar saja. Tapi beberapa hari ini sampai jam tujuh pagi saya sudah keliling cari Pertamax. Kosong semua. Yang ada malah antrinya panjang seperti ular tangga,” keluh Hendri, Rabu (19/11/2025).
Ia mengatakan kondisi ini sangat menguras waktu dan tenaga. Terlebih, sejak awal memiliki motor, ia konsisten menggunakan Pertamax karena merasa performa mesin lebih baik BBM jenis Pertalite.
“Kalau Pertalite, tarikan kerasa beda. Jadi kalau Pertamax susah begini terus dan tidak ada tindakan, aktivitas saya bakal terganggu, apalagi buat kerja,” ujarnya.
Hendri menilai kelangkaan ini lantaran kondisi sebelumnya yang sempat viral, yakni dugaan campuran air pada Pertalite yang menyebabkan kendaraan brebet.
Hal itu membuat banyak pengendara beralih ke Pertamax hingga akhirnya terjadi lonjakan permintaan.
Keluhan serupa disampaikan Fitriah, warga Kampung Melayu Darat. Awalnya ia menggunakan Pertalite, namun ikut beralih ke Pertamax karena khawatir akan kualitas bahan bakar.
Namun keputusan itu justru menimbulkan masalah baru. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, Fitriah harus menghadapi antrean panjang di SPBU. Kondisi itu membuatnya beberapa kali terlambat absen di tempat bekerja.
“Harus antre lama, kadang sampai telat masuk kantor. Mau balik ke Pertalite juga takut mesinnya bermasalah seperti yang banyak dikeluhkan orang,” ujar perempuan 23 tahun itu.
Terus berulangnya kelangkaan Pertamax di beberapa titik SPBU, ia pun berharap ada langkah cepat dari pihak terkait agar pasokan kembali stabil dan aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu.





