KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kehutanan menggelar sosialisasi dan konsultasi publik Program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD+), Kamis (6/11/2025).
Program ini menjadi bagian dari upaya berbasis kinerja dalam penurunan emisi gas rumah kaca serta rehabilitasi lahan kritis di wilayah Kalsel.
Kalimantan Selatan sendiri mendapat alokasi dana sebesar 3,4 juta dolar AS. Dana ini hadir melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) sebagai lembaga perantara. Setelah proposal Pemprov Kalsel melalui evaluasi dan revisi hingga empat kali oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Penyaluran dana berbasis kinerja atas capaian penurunan emisi gas rumah kaca oleh pemerintah provinsi,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra, di Banjarbaru.
Pada tahap pelaksanaan tahun 2025, kegiatan rehabilitasi akan berjalan di lahan seluas 250 hektare. Ini termasuk 100 hektare yang mulai tanam pada 27 November mendatang. Lahan itu berada di kawasan milik Pemprov Kalsel dalam beberapa blok. Dua blok ditanami buah-buahan produktif. Satu blok 25 hektare untuk tanaman kayu, dan satu lagi 30 hektare untuk tanaman kulit kayu.
Selain rehabilitasi, program REDD+ juga mencakup pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), patroli pengamanan hutan, penguatan kelembagaan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta bantuan ekonomi produktif bagi kelompok perhutanan sosial.
“Proposal menjadi dasar untuk pengajuan pendanaan lanjutan dari lembaga internasional. Tanpa data dan konsep yang kuat, kita tidak akan mendapatkan dukungan berikutnya,” terang Aya, sapaan akrab Fatimatuzzahra.
Selain dari REDD+, Kalsel juga memperoleh dukungan program FOLU Net Sink 2030. Mereka menerima pendanaan Rp9 miliar untuk tahap pertama rehabilitasi dan Rp11 miliar pada tahap kedua.
“Dengan dukungan berbagai pihak, Pemprov Kalsel optimistis dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan. Mereka berusaha menekan emisi karbon, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan hutan berkelanjutan,” pungkasnya.





