Di Balik Krisis Sosial Banjarmasin, Relawan PSM Bekerja 24 Jam Tanpa Bayaran

oleh
oleh
Hermansyah salah seorang PSM. (Foto: Arum/ kalselmaju.com)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Di balik krisis sosial Banjarmasin, para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) menjadi garda terdepan yang selama ini menopang kerja pemerintah kota.

Dalam menangani berbagai kasus warga—mulai dari lansia terlantar, anak jalanan, penyandang disabilitas, hingga warga sakit yang membutuhkan rujukan darurat. Termasuk penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang memerlukan intervensi cepat.

Namun, dari peran vital tersebut, terungkap fakta mencengangkan. Para PSM yang berada di bawah koordinasi Dinas Sosial Banjarmasin menjalankan tugas mereka tanpa insentif dan tanpa honor. Mereka tetap siaga 24 jam penuh demi melayani masyarakat.

Hermansyah, salah seorang PSM mengaku telah mengabdikan dirinya selama 30 tahun sebagai relawan sosial.

Ia menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam merespons berbagai kondisi darurat sosial di lingkungan warga.

“Tugas kami sering di luar jam kerja. Kada (tidak) jarang panggilan datang tengah malam. Tapi kami lakukan karena peduli,” tutur Hermansyah, Selasa (18/11/2025) usai Bimtek Peningkatan Kemampuan PSM.

Meski memikul tanggung jawab besar dan kerap berhadapan dengan situasi risiko tinggi, Hermansyah menegaskan bahwa selama tiga dekade bekerja, ia tidak pernah menerima insentif khusus dari pemerintah daerah.

Seluruh upaya atas dasar kemanusiaan dan kepedulian terhadap warga.

Padahal di tengah beratnya beban sosial masyarakat—dan tanpa jaminan kesejahteraan—para Pekerja Sosial Masyarakat tetap hadir. Mereka adalah penjaga kemanusiaan yang bekerja dalam senyap.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Banjarmasin, Amrullah, menyebutkan bahwa saat ini tercatat 175 orang anggota pekerja sosial masyarakat yang berada di bawah naungan Dinas Sosial.

Menurutnya, pemko rutin memberikan bimbingan teknis untuk meningkatkan kemampuan dalam menangani persoalan sosial di Kota Seribu Sungai.

Sebab PSM merupakan ujung tombak menjangkau wilayah dan permasalahan yang tidak selalu dapat ditangani langsung oleh pemerintah.

“Meski belum ada skema insentif, Pemerintah Kota terus berupaya mencari solusi agar kontribusi PSM bisa mendapatkan penghargaan yang layak,” ujarnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today