KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Tim mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM), mencatat temuan penting dalam dunia terapi kesehatan mental.
Melalui riset di Kebun Raya Banua pada Minggu (19/10/2025), mereka membuktikan bahwa meditasi berjalan penuh kesadaran (mindful walking meditation) bermanfaat. Baik langsung di alam maupun melalui tayangan video alam. Hasilnya berhasil menurunkan tingkat depresi dan meningkatkan suasana hati pada penyandang autoimun.
Ketua pelaksana riset, Ibaldy Ryandu Fadhillah, menyatakan bahwa penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya angka gangguan psikologis pada pasien autoimun. Contohnya adalah depresi, stres kronis, dan kecemasan.
“Stres yang tidak terkelola dapat memperburuk kondisi fisik mereka dan bahkan memicu kekambuhan,” jelas Ibaldy.
Berangkat dari konsep Jepang Shinrin-yoku atau “mandi hutan”, tim menambahkan pendekatan mindfulness untuk memperkuat manfaat psikologis dari intervensi ini.
Riset ini membandingkan dua kelompok. Satu kelompok melakukan meditasi jalan langsung di taman. Sementara kelompok lainnya hanya menonton video pemandangan alam secara virtual.
Hasilnya, lanjut Ryan Keduanya terbukti efektif dalam menurunkan gejala depresi dan memperbaiki suasana hati.
Menariknya, bahkan video alam berdurasi pendek pun sudah mampu memberikan dampak positif secara signifikan.
“Ini membuka peluang besar bagi terapi komplementer yang lebih murah, mudah diakses, dan tidak membutuhkan ruang fisik khusus,” tambahnya.
Ia menambahkan penelitian berjudul “Mindful Walking Meditation merupakan Perbandingan Efek Berjalan Nyata dan Maya di Kebun Raya terhadap Suasana Hati dan Restorasi Stres Pengidap Autoimun”. Hal itu diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan terapi non-farmakologis di Indonesia. Terutama bagi komunitas autoimun yang menghadapi tantangan ganda—baik secara fisik maupun mental.





