KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Masuk dalam program 100 hari kerja wali kota, kabel semrawut di Banjarbaru mulai berkurang. Khususnya di beberapa ruas Jalan Ahmad Yani. Untuk saat ini, penataan utilitas kabel semrawut ini khusus di Jalan Ahmad Yani kawasan perkotaan Banjarbaru. Bukan di wilayah Panglima Batur.
Bukan menanam utilitas kabel di dalam tanah, tetapi menata yang semrawut agar tidak menjuntai dan mengganggu pengendara.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarbaru, Sirajoni, mengatakan jika pemko sudah bekerja sama dengan pihak telkom dan beberapa provider lainnya untuk melakukan penataan kabel menjuntai atau semrawut.
“Penataan kabel yang semrawut agar menjadi rapi sudah dilakukan di bebera titik,” katanya kepada wartawan, Selasa (5/8).
Misalnya di Jalan Mistar Cokrokusumo (depan Poltikes/samping ULM), depan rumah dinas wali kota dan Sungai Ulin.
Maksud penataan kabel semrawut tadi adalah merapikannya menjadi satu alur. Contohnya, jika sebelumnya banyak kabel di satu titik yang membentang dari kiri ke seberang jalan, maka dirapikan menjadi satu alur.
“Contoh lagi, dari Ahmad Yani Km 33 ke arah bundaran Banjarbaru, per satu kilometer baru ada kabel yang membentang ke seberang jalan dan itu pun jadi satu,” ujar Sirajoni.

“Jadi dalam satu kilometer dari titik sebelumnya, tidak boleh ada kabel yang membentang dari kiri ke seberang jalan,” tambahnya.
Sirajoni mengatakan, terkait penanaman kabel di bawah tanah memerlukan waktu yang lama, dengan anggaran besar dan perencanaan yang matang.
“Untuk langkah awal program 100 hari kerja wali kota hanya untuk merapikan terlebih dahulu,” tandasnya.
Dari pantauan kalselmaju di lapangan, memang utilitas kabel di Jalan Ahmad Yani Banjarbaru sudah mulai berkurang.





