Luncurkan Si Sapa Intan, Inovasi DPKP Kalsel untuk Optimalisasi Alsintan Melalui Digitalisas

oleh
oleh
Peluncuran inovasi dari DPKP Kalsel. (Foto untuk Kalselmaju.com)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan meluncurkan inovasi digital bernama ‘Si Sapa Intan’ atau Sistem Pemantauan dan Evaluasi Pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian.

Terobosan ini untuk mengoptimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di seluruh kabupaten/ kota se-Kalsel.

Inovasi ini merupakan gagasan Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian DPKP Kalsel, Amarullah. Dia juga peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tingkat III Angkatan I Tahun 2025.

Lewat sistem ini, data alsintan mulai dari lokasi, jenis, kondisi hingga status pemanfaatannya dapat terpantau dan di evaluasi secara real-time.

“Kami ingin punya database awal alsintan yang akurat dan terintegrasi. Dari situ bisa tahun sejauh mana alat dimanfaatkan. Sekaligus memperkuat pengelolaan dan distribusinya agar merata,” papar Amarullah, Ahad (17/8).

Melalui Si Sapa Intan, petugas di kabupaten/kota dan UPT akan mendapat pelatihan serta sosialisasi penggunaan aplikasi.

Sistem ini juga akan melibatkan tim pemantau yang bertugas untuk memastikan laporan kondisi alsintan dapat pembaharuan secara berkala.

Aplikasi ini menyasar berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian, seperti kelompok tani, gapoktan. Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), Brigade Pangan hingga pemerintah daerah.

“Kalau ada daerah yang kekurangan alsintan, sementara daerah lain punya alat yang belum terpakai, maka bisa dipinjamkan. Semua akan saling terkoneksi dengan sistem ini,” jelasnya.

Lebih dari sekadar pengelolaan data, Si Sapa Intan membawa misi transformasi pertanian digital. Amarullah meyakini digitalisasi akan menjadi magnet bagi generasi muda untuk menekuni pertanian dengan pendekatan modern.

Menurutnya, pertanian itu sektor unggulan dan berkelanjutan. Dengan digitalisasi, harapannya petani milenial merasa bangga dan tertarik masuk ke sektor ini.

Inovasi ini mendapat dukungan luas, termasuk dari Kementerian Pertanian RI, Balai Penelitian Pertanian, BBPP Binuang, Pemprov Kalsel, hingga pelaku utama pertanian.

Visited 1 times, 1 visit(s) today